Majelis Adat-Pemkot Mataram Dorong Kampus Buka Prodi Bahasa Sasak

Nathea Citra - detikBali
Jumat, 16 Okt 2026 16:05 WIB
Foto: Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang saat diwawancarai, Jumat (16/10/2026). (Nathea Citra/detikBali)
Mataram -

Majelis Adat Sasak dan Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram mendorong perguruan tinggi yang ada di Mataram untuk mendirikan program studi atau jurusan khusus bahasa Sasak. Langkah ini diharapkan dapat menjaga kelestarian bahasa daerah, yakni bahasa Sasak.

"Perguruan tinggi kita dorong agar mendirikan prodi, setidaknya prodi atau jurusan. Kalau fakultas mungkin ke depan. Tapi setidaknya prodi atau jurusan di tiap kampus," kata Ketua Panitia Kongres I Bahasa Sasak, Hairil Anwar, saat diwawancarai di Mataram, Jumat (16/10/2026).

Menurut Hairil, keberadaan prodi bahasa Sasak di tingkat universitas mampu melahirkan lulusan-lulusan terbaik, dan siap mengajar materi bahasa daerah di sekolah-sekolah. Dengan demikian, pelaksanaan muatan lokal tidak lagi terkendala keterbatasan tenaga guru.

"Guru-guru akan kita sediakan. Bahasa-bahasa induk, bahasa Sasak tentu dapat dipelajari dengan ketersediaan guru-guru kita yang dihasilkan oleh perguruan tinggi," ungkapnya.

Hairil mengatakan kongres internasional bahasa Sasak yang akan digelar di Kota Mataram pada 28-30 Oktober mendatang, diharapkan dapat menguatkan pembinaan bahasa daerah di satuan pendidikan. Mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

Sementara itu, salah satu perwakilan Majelis Adat Sasak, Jamaluddin, menuturkan pentingnya regulasi pendukung agar kurikulum muatan lokal bisa berjalan efektif di satuan pendidikan. Majelis Adat Sasak juga berharap pemerintah daerah dapat melahirkan peraturan daerah (perda) ataupun peraturan wali kota sebagai payung hukum.

"Kongres internasional bahasa Sasak ini diharapkan bisa melahirkan satu produk yang bisa menjadi muatan lokal yang akan diajarkan di satuan-satuan lembaga pendidikan," katanya.

"Kami juga berharap Bapak wali kota bisa mengeluarkan perda atau minim perwali untuk menjadi payung (hukum). Supaya muatan-muatan lokal bahasa Sasak ini bisa berjalan secara baik," tuturnya.

Di sisi lain, Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang menuturkan Pemkot Mataram mendukung terselenggaranya kongres internasional bahasa Sasak yang akan segera digelar di Kota Mataram.

"Harapan Pak Wali ke depan dengan adanya kongres bahasa Sasak, bisa menjadi model yang kemudian bisa dipedomani. Sehingga bisa menjadi standar dari penerapan budaya dan bahasa Sasak yang kemudian nanti diimplementasikan," kata Martawang.



Simak Video "Video: Prabowo Yakin Ada Kekuatan yang Tak Suka Indonesia Bangkit"

(hsa/hsa)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork