Baterai hingga lampu yang terpasang di sejumlah shelter pendakian Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) tiba-tiba hilang. Barang-barang tersebut menghilang diduga dicuri.
Informasi tersebut diunggah oleh akun resmi instagram Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Kamis (15/10/2026). Dalam unggahan tersebut, TNGR menjelaskan sejumlah fasilitas penunjang pendakian di beberapa shelter menghilang.
Komponen kelistrikan yang terpasang berbasis solar cell di shelter pendakian seperti baterai, inverter, hingga lampu penerangan dilaporkan menghilang. Mulai dari shelter jalur pendakian pintu Timbanuh, Senaru, hingga Aik Berik, komponen-komponen tersebut telah tidak ada ditempat.
Kepala Subbagian Tata Usaha Balai TNGR, Astekita Ardiaristo, menyesalkan kejadian tersebut. Ia berujar, fasilitas tersebut disediakan untuk kepentingan bersama dan bisa dimanfaatkan dengan bertanggungjawab.
"Bayangkan, ketika malam tiba dan penerangan dibutuhkan, ketika pendaki memerlukan tempat beristirahat yang layak, fasilitas yang seharusnya membantu justru tak lagi berfungsi sebagaimana mestinya," ujar Astekita, Kamis malam.
Astekita mengungkapkan komponen-komponen tersebut ditempatkan dalam kotak besi dan telah dipasangi gembok. Namun dari laporan terakhir, kotak tersebut ditemukan telah terbuka dan baterai didalamnya telah menghilang.
Astekita menambahkan tindakan merusak dan mengambil barang di fasilitas umum bukan hanya merugikan pengelola. Melainkan hal tersebut juga merugikan para pendaki dan masyarakat umum.
"Apa yang dibangun untuk kepentingan bersama, sudah semestinya kita jaga bersama," imbuhnya.
Terkait kejadian tersebut, Balai TNGR belum memutuskan apakah akan melaporkannya ke pihak kepolisian. Saat ini, pihaknya masih membahas langkah selanjutnya secara internal.
"Kalau itu (lapor polisi) masih belum, kami bahas dulu di internal," ucapnya.
Simak Video "Video: Pendakian Gunung Rinjani Mengikuti SOP Baru Mulai 11 Agustus 2025"
(nor/nor)