Kapal pinisi Feronia yang baru dua bulan beroperasi tenggelam di perairan Batu Bolong, Taman Nasional Komodo (TN Komodo), Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kapal yang mengangkut 30 orang itu tenggelam setelah diterjang arus kuat pada Selasa (13/10) sore.
"Baru jalan dua bulan," ungkap Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo Stephanus Risdiyanto di Pelabuhan Marina Labuan Bajo, Rabu (14/10/2026).
Stephanus mengatakan Feronia dibuat di Bira, Sulawesi Selatan. Kapal tersebut juga telah mengantongi sertifikat laik laut.
"Sertifikasi laiklaut di Bira," ujar Stephanus.
Pinisi Feronia memiliki tonase GT 51. Kapal itu berangkat dari Pelabuhan Marina Labuan Bajo pada Selasa pagi dengan tujuan Pulau Rinca, TN Komodo.
Kapal tenggelam saat perjalanan pulang ke Pelabuhan Marina Labuan Bajo. Peristiwa itu terjadi setelah wisatawan menyelesaikan aktivitas diving di perairan Manta.
Feronia mengangkut 25 penumpang dan lima kru, termasuk nakhoda. Sebanyak 24 penumpang dan lima kru berhasil dievakuasi ke Pelabuhan Marina Labuan Bajo.
Satu penumpang, Veronica Beatrix Jessica (23), belum ditemukan. Perempuan WNI asal Jakarta itu disebut terjebak di dalam toilet saat kapal tenggelam.
Sebagian besar penumpang Feronia merupakan warga negara asing (WNA). Total ada 21 WNA dari Spanyol, Australia, Austria, Amerika Serikat, China, dan negara lainnya.
Veronica diketahui merupakan dive master. Dia menjadi instruktur aktivitas penyelaman puluhan wisatawan di kapal tersebut.
Simak Video "Video: Kapal Karam yang Bawa Pelatih Valencia di Labuan Bajo Belum Ditemukan"
(dpw/dpw)