Tangis Keluarga Veronica, Korban Hilang Kapal Tenggelam di Labuan Bajo

Ambrosius Ardin - detikBali
Rabu, 14 Okt 2026 11:44 WIB
Keluarga Veronica Beatrix Jessica berpelukan dan menangis di salah satu ruangan kantor KSOP Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Rabu (14/10/2026). (Foto: Ambrosius Ardin/detikBali)
Manggarai Barat -

Tangis keluarga Veronica Beatrix Jessica (23) pecah di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kakak kandung dan sepupu Veronica datang dari Jakarta setelah perempuan yang bekerja sebagai dive master itu hilang dalam insiden tenggelamnya kapal pinisi Feronia.

Keduanya terlihat berpelukan dan saling menguatkan di sebuah ruangan di kawasan Pelabuhan Marina Labuan Bajo. Mereka belum bisa diwawancarai karena masih syok.

"Mereka masih syok," ujar salah satu orang yang sempat berbicara dengan keluarga korban, Rabu (14/10/2026).

Kedua keluarga Veronica sempat bertemu dengan Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo Stephanus Risdiyanto, perwakilan Basarnas, Polairud, Dinas Perhubungan Kabupaten Manggarai Barat, dan sejumlah pihak lainnya.

Veronica diketahui telah empat tahun tinggal di Labuan Bajo dan bekerja di perusahaan penyelaman Dive Tribe.

Veronica hilang setelah kapal Feronia tenggelam di perairan Batu Bolong, Taman Nasional Komodo, Selasa (13/10) sore. Polisi menyebut korban terjebak di dalam toilet saat kapal terbalik dan tenggelam akibat arus kuat.

"Korban berada di dalam toilet dalam posisi pintu terkunci dari dalam," ungkap Kasat Polairud Polres Manggarai Barat, Iptu Leonardo Marpaung, Rabu.

Kapal dengan tonase GT 51 itu mengangkut 30 orang, terdiri atas 25 penumpang dan lima kru, termasuk nakhoda. Sebanyak 24 penumpang dan seluruh kru berhasil dievakuasi. Tiga wisatawan asing dilaporkan mengalami luka.

"Ketika kapal mendadak terbalik ke arah kiri, korban tidak sempat menyelamatkan diri dan ikut tenggelam bersama lambung kapal," jelas Leonardo.

Saat kapal tenggelam, penumpang dan kru lainnya melompat ke laut. Kru kapal membentangkan liferaft atau perahu karet darurat untuk menyelamatkan wisatawan yang terapung.

Pertolongan awal juga datang dari dua kapal cepat yang melintas di lokasi, yakni Speedboat Red Whale dan Speedboat Mac Cruise.

"Beruntung ada dua kapal yang melewati lokasi kejadian sehingga cepat memberikan pertolongan pertama terhadap para korban kapal naas itu sebelum dibantu Tim SAR gabungan," terang Leonardo.

Sebelum kecelakaan, Feronia bertolak dari Pelabuhan Marina Labuan Bajo pada Selasa pagi menuju Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo. Kapal tenggelam dalam perjalanan kembali setelah para wisatawan menyelesaikan aktivitas menyelam di perairan Manta. Hingga Rabu, Veronica masih belum ditemukan.



Simak Video "Video: Nakhoda Ungkap Detik-detik Kapal Bawa Pelatih Valencia Karam di Bajo"

(dpw/dpw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork