Rider Ducati Lenovo, Marc Marquez, dibayangi rekor buruk menjelang balapan di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Tak hanya memburu kemenangan di MotoGP Mandalika 2026, Marc Marquez juga berusaha merebut puncak klasemen MotoGP dari Jorge Martin.
Dilansir dari detikSport, Marc datang ke Indonesia setelah menyapu bersih MotoGP Jepang dengan kemenangan di sprint dan race utama. Tambahan 37 poin dari Motegi membuat koleksi poin Marc menjadi 331. Hanya terpaut dua angka dari Martin yang masih berada di puncak klasemen dengan 333 poin.
Namun, Sirkuit Mandalika menyisakan kenangan tak mengenakkan bagi Marc. Sejak MotoGP Indonesia kembali digelar di Mandalika pada 2022, ia belum pernah finis dalam balapan utama. Inilah yang menjadi tantangan bagi Marc saat balapan MotoGP Mandalika yang akan digelar pada 9-11 Oktober 2026.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada MotoGP Mandalika 2022, Marc bahkan tidak tampil dalam race. Ia mengalami highside saat sesi warm-up di Mandalika yang membuat masalah penglihatan gandanya kambuh. Marc kemudian dinyatakan tidak fit untuk mengikuti balapan.
Musim berikutnya, nasib Marc kembali kurang beruntung. Ia mengalami crash di Sprint Race dan kembali terjatuh dalam balapan utama MotoGP Mandalika 2023.
Peluang terbaik Marc datang pada musim 2024. Saat Sprint Race, ia finis ketiga setelah sebelumnya start dari posisi ke-12. Hasil tersebut menjadi podium Sprint pertama Marc di Mandalika.
Namun, hasil positif itu tidak berlanjut ke balapan utama. Marc harus mengakhiri race pada lap ke-12 setelah motor Gresini yang ditungganginya mengalami masalah teknis dan terbakar. MotoGP mencatat Marc belum pernah meraih podium maupun kemenangan dalam balapan Grand Prix di Mandalika.
Pada Sprint Race MotoGP Mandalika 2025, Marc finis keenam setelah sebelumnya mendapat long lap penalty akibat kontak dengan Alex Rins pada lap pembuka. Marc sempat turun jauh, tetapi mampu kembali ke barisan depan dan akhirnya tercatat finis keenam setelah penalti Luca Marini.
Marc terlibat insiden dengan Marco Bezzecchi di Tikungan 7 pada lap pertama balapan utama. Keduanya terjatuh dan Marc mengalami cedera pada bahu kanannya. FIM MotoGP Steward kemudian menjatuhkan hukuman Double Long Lap kepada Bezzecchi karena dinilai menyebabkan kecelakaan tersebut.
Mengacu catatan tersebut, torehan Marc di Mandalika cukup unik. Ia belum pernah finis di balapan utama MotoGP Indonesia, tetapi sudah dua kali meraih hasil positif saat Sprint Race.
Kini, Marc akan berusaha mengubah catatan tersebut. Terlebih, MotoGP Mandalika 2026 menjadi seri penting dalam persaingan gelar. Setelah menang di Jepang, Marc hanya berjarak dua poin dari Martin.
Persaingan perebutan gelar MotoGP 2026 pun semakin ketat. Balapan di Mandalika bisa menjadi momentum penting bagi Marc untuk membalikkan rekornya sekaligus mengambil alih puncak klasemen.
Respons Ducati soal Catatan Marc Marquez di Mandalika
Manajer Tim Ducati Davide Tardozzi buka suara terkait catatan kurang memuaskan Marc Marquez di Sirkuit Mandalika. Ia menyatakan tak masalah jika Marc Marquez gagal maksimal dan kehilangan 12 poin di Mandalika pada akhir pekan ini.
"Saya pikir kehilangan 10 atau 12 poin bisa dibilang bukan sesuatu yang buruk," ucap Tardozzi kepada TNT Sports.
Sejak Mandalika masuk kalender MotoGP, Marc Marquez tidak pernah bisa menyelesaikan balapan grand prix. Marquez tiga kali retired di tiga edisi terakhir karena mengalami kecelakaan. Termasuk crash horor pada tahun lalu yang mengakibatkan patah tulang selangka.
"Saya ingin mengatakan satu hal: ya, kami bisa menganggap bahwa kehilangan 10 atau 12 poin adalah kerugian yang wajar di Mandalika, tapi kami akan ke sana untuk menang," imbuh Tardozzi.
Artikel ini telah tayang di detikSport. Baca selengkapnya di sini!
(iws/iws)