Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada meninggal dunia secara mendadak di tengah pengabdiannya untuk masyarakat. Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengenang Gonzalo sebagai sosok pekerja keras, humoris, apa adanya, dan selalu turun langsung menemui masyarakat.
"Pak Gonzalo, Wakil Bupati Nagekeo, meninggal merupakan sosok yang pekerja keras, humoris dan orangnya itu apa adanya dalam menyampaikan segala sesuatu entah itu usul, saran, aspirasi," ujar Laka Lena ketika dikonfirmasi detikBali, Minggu (4/10/2026).
Gonzalo meninggal dunia di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aeremo, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (3/10) malam. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Nagekeo dan NTT.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laka Lena juga mengenang peran Gonzalo sebagai Ketua KONI Nagekeo yang sangat konsern di bidang olahraga. Ia mengatakan jelang Pekan Olahraga Nasional (PON), almarhum sangat ingin Nagekeo menjadi tuan rumah.
"Dan juga sebagai Ketua KONI Nagekeo, beliau adalah sosok yang juga konsern di bidang olahraga. Menjelang PON ini beliau sangat ingin Nagekeo menjadi tuan rumah PON," katanya.
Dedikasi Gonzalo, menurut Laka Lena, juga terlihat saat dirinya dipercaya menjadi Ketua Posko Bencana Gempa Nagekeo. Gonzalo disebut turun langsung mengurus masyarakat terdampak hingga ke kampung-kampung yang sulit dijangkau.
"Terkhusus untuk gempa Nagekeo, sebagai Ketua Posko di Nagekeo, saya melihat beliau kerja luar biasa dalam mengurus masyarakat yang terkena dampak Nagekeo itu di kampung-kampung yang sulit juga beliau turun sendiri," terang dia.
Politikus Golkar itu juga menilai almarhum merupakan seorang politisi yang handal, sangat terbuka, humoris, dan rendah hati.
"Beliau juga seorang politisi yang benar-benar handal. Kita mendapatkan kabar kepergian beliau kemarin secara tiba-tiba, karena mungkin kelelahan kena serangan jantung," katanya.
Menurutnya, NTT kehilangan tokoh hebat seperti Gonzalo. Selain sebagai Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo juga dikenal melalui perannya sebagai Ketua KONI Nagekeo dan Ketua Posko Bencana Nagekeo.
"Kita kehilangan tokoh yang sebagai Wakil Bupati, Ketua KONI Nagekeo, sebagai Ketua Posko Bencana Nagekeo, juga seorang politisi yang sangat terbuka dan humoris orangnya. Rakyat Nagekeo, dan NTT sangat berduka atas kehilangan tokoh ini, saya harapkan amal dan pengabdian beliau bisa diterima di sisi Tuhan," tukas dia.
Sebelumnya, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nagekeo, Remigius Jago, mengatakan Gonzalo tak sadarkan diri dalam mobil saat perjalanan pulang seusai memantau pekerjaan perbaikan jalan rusak. Gonzalo kemudian dilarikan ke puskesmas terdekat sebelum dirujuk ke RSUD Aeremo.
"Beliau tidak sadar saat dalam mobil ketika mau pulang kembali sehingga sopir pacu mobil langsung Puskesmas Kota dan lanjut ke RS," ujar Remigius.
Direktur RSUD Aeremo, Chandrawati Saragih, mengungkapkan Gonzalo tiba di IGD RSUD Aeremo sekitar pukul 19.32 Wita, Sabtu (3/10/2026), dalam kondisi tak sadarkan diri setelah dirujuk dari Puskesmas Kota.
Gonzalo kemudian mendapat perawatan di IGD dan ditangani dokter anestesi serta spesialis penyakit dalam. Namun, sekitar setengah jam kemudian, Gonzalo dinyatakan meninggal dunia.
"Berusaha diupayakan yang terbaik supaya bisa tertolong ternyata jam 20.10 Wita dinyatakan meninggal," kata Chandrawati melalui sambungan telepon, Sabtu malam.