Jumlah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), tercatat sebanyak 783 orang pada 2026. Sebanyak 51 ODGJ masih dipasung. Sementara itu, 715 ODGJ telah tertangani melalui pemberian obat dan masuk dalam kategori ODGJ berat. Stok obat untuk ODGJ masih terbatas.
Satu ODGJ telah dilepas dari pasungan melalui kolaborasi dengan Yayasan Ayo Indonesia. Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur terus memperkuat upaya penanganan dan pelayanan kesehatan jiwa melalui kolaborasi lintas sektor.
Bupati Manggarai Timur Agas Andreas mengatakan penanganan kesehatan jiwa membutuhkan pendekatan yang menyeluruh dengan mengintegrasikan aspek promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan ODGJ mendapatkan penanganan dan pelayanan yang optimal, sekaligus meningkatkan dukungan keluarga dan masyarakat dalam proses pemulihan.
"Saya ingin menekankan agar semua sektor bergerak maksmimal sesuai dengan tugasnya. Keluarga harus menjadi rumah dan fondasi yang nyaman untuk semua pribadi terutama anak-anak maka peran instanasi terkait adalah memastikan hal ini," kata Agas, Kamis (1/10/2026).
"Masyarakat juga harus diberikan pemahaman tentang buruknya stigma dan pentingnya memastikan ODGJ yang ada di lingkungannya mendapatkan penanganan yang sesuai," imbuh dia.
Pelayanan kesehatan jiwa di 29 Puskesmas di Manggarai Timur terus diperkuat sebagai bentuk penanganan dan pelayanan ODGJ. Langkah konkret yang diambil antara lain pelatihan bagi tenaga kesehatan jiwa, menunjuk dokter untuk memberikan konsultasi kesehatan jiwa khusus bagi puskesmas yang belum memiliki dokter, serta mendistribusikan obat sesuai kebutuhan pasien.
Kerja sama lintas sektor juga dibangun dengan Yayasan Ayo Indonesia dan Klinik Jiwa Renceng Mose sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan dan penanganan kesehatan jiwa di daerah.
Untuk memperkuat kerja sama, menyamakan persepsi, dan mengevaluasi pelaksanaan penanganan dan pelayanan ODGJ, dilaksanakan rapat koordinasi (rakor) lintas sektor pengendalian kesehatan jiwa tingkat Kabupaten Manggarai Timur.
Dalam rakor tersebut terungkap sejumlah masalah dalam penanganan ODGJ di Manggarai Timur. Di antaranya keterbatasan obat, minimnya tenaga kesehatan terampil yang mendampingi ODGJ, dan peran lintas sektor yang belum maksimal.