Sebanyak 521 kepala keluarga (KK) terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki menerima dana tunggu hunian (DTH) tahap II dengan total Rp 1,875 miliar. Namun, jumlah penerima kali ini berkurang 118 KK dibandingkan penyaluran tahap I.
Penyaluran DTH tahap II tersebut dilakukan pemerintah pusat pada Senin (28/9/2026).
Kalak BPBD Flores Timur Ariston Tokan mengatakan DTH merupakan dana siap pakai yang diberikan kepada korban dan pengungsi akibat bencana untuk mencari tempat tinggal sementara sambil menunggu hunian tetap atau rumahnya selesai dibangun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jumlah DTH yang diterima setiap KK adalah sebesar Rp 600 ribu perbulan atau RP 3, juta untuk 6 bulan. Jumlah penerima DTH Tahap II sejumlah 521 KK atau berkurang sebanyak 118 KK dari penerima DTH Tahap I. Jumlah keseluruhan DTH Tahap II yang disalurkan Rp 1,87 miliar ," kata Ariston saat dikonfirmasi detikBali, Senin.
Ariston mengatakan dari 521 KK penerima sesuai SK penetapan, terdapat 6 KK yang tidak dapat dibayarkan. Penyebabnya, ada penerima yang meninggal dunia dan ada juga yang pindah ke luar Kabupaten Flores Timur.
"Berdasarkan laporan, yang kami tindak lanjuti dengan koordinasi dengan Pemerintah Desa dan Pemerintah Kecamatan dan melakukan verifikasi di lapangan ditemukan sejumlah kepala keluarga yang tidak memenuhi syarat, pada umumnya tidak lagi dapat dikategorikan sebagai pengungsi mandiri karena menempati dan tinggal di rumah sendiri di Kawasan Rawan Bencana (KRB)," imbuhnya.
Selain DTH, pemerintah juga menyalurkan bantuan berupa seng untuk sejumlah fasilitas yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
Ariston mengatakan jumlah seng yang akan dibagikan sebanyak 10.000 ribu lembar. Bantuan tersebut akan diberikan kepada sejumlah fasilitas, mulai dari sekolah hingga tempat ibadah.
"Diberikan kepada 10 SD, 6 TK, 1 mes guru, 1 pustu, 8 posyandu, 2 kantor desa, 2 balai dusun, 4 gereja/kapela, polsek dan pos polisi, dan koramil," tandasnya.