detikBali

Mohan Roliskana Nyatakan Siap Maju di Bursa Ketua KONI NTB: Ada Dukungan

Terpopuler Koleksi Pilihan

Mohan Roliskana Nyatakan Siap Maju di Bursa Ketua KONI NTB: Ada Dukungan


Nathea Citra - detikBali

Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana saat diwawancarai di ruangannya, Senin (28/9/2026). (Nathea Citra/detikBali)
Foto: Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana saat diwawancarai di ruangannya, Senin (28/9/2026). (Nathea Citra/detikBali)
Mataram -

Bursa pemilihan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali diramaikan kandidat baru. Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, menyatakan siap maju dalam pencalonan Ketua KONI NTB periode 2026-2030.

Mohan mengatakan keputusannya maju didasari banyaknya dorongan, saran, dan aspirasi dari insan olahraga serta pengurus cabang olahraga di NTB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Saya memutuskan untuk maju di kandidat Ketua KONI NTB ini karena memang ada dukungan-dukungan, saran, dan usulan. Saya banyak mendengar masukan dari teman-teman para insan olahraga di NTB. Sehingga saya pikir saya harus menghargai apa yang menjadi harapan dan keinginan mereka," kata Mohan saat diwawancarai di ruangannya, Senin (28/9/2026).


Mohan juga menyebut pengalamannya di bidang olahraga menjadi salah satu modal untuk mengikuti bursa tersebut. Dia pernah menjabat sebagai Ketua KONI Kota Mataram periode 2011-2015 dan pernah terlibat dalam kepengurusan sejumlah cabang olahraga.

"Saya pernah menjadi Ketua KONI (Mataram), dan saya juga pernah memegang cabang-cabang olahraga. Jadi semuanya itu menjadi persyaratan yang memungkinkan untuk maju menjadi Ketua KONI," ujarnya.

ADVERTISEMENT


Menurut Mohan, selain pengalaman, aspek administratif dan dukungan dari insan olahraga juga menjadi pertimbangannya untuk maju.

"Dukungan itu menguat, setelah saya mempertimbangkan, maka saya memutuskan untuk maju menjadi ketua KONI," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, dua calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi NTB periode 2026-2030, yakni Lalu Muhamad Iqbal dan Mori Hanafi, dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS).

Wakil Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Andik Budi Hariono secara resmi mengumumkan dua bakal calon (balon) yang mengembalikan berkas pendaftaran dinyatakan TMS alias gugur. Menurut Andik, kedua figure tersebut terganjal aturan teknis panitia dan ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).



"Dari dua bakal calon ini, kami nyatakan dari TPP adalah tidak memenuhi syarat," tegas Andik, dalam keterangan persnya, sebelumnya.

Andik mengatakan calon pertama, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, dinyatakan gugur lantaran terganjal syarat administratif yang ditetapkan panitia. Iqbal dinilai tak memenuhi kriteria pengalaman kepemimpinan dalam organisasi olahraga.

Sementara itu, untuk Anggota DPR RI Mori Hanafi kandal karena terbentur aturan tegas dalam AD/ART organisasi. Mori gagal mengamankan batas minimal dukungan dari KONI kabupaten/kota sebesar 30 persen akibat adanya dukungan ganda dari sejumlah daerah, seperti Kabupaten Lombok Utara (KLU) dan Dompu.



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads