Warga di sekitar Bendungan Meninting, Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, dilanda kekeringan selama lebih dari tiga bulan. Ironinya, rumah warga terdampak berjarak kurang dari satu kilometer dari bendungan.
Warga pun meminta pemerintah segera memanfaatkan Bendungan Meninting untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Sebagai catatan, bendungan itu baru diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada 10 Juli lalu.
"Ada bendungan, tapi kekeringan air. Katanya ada bendungan, air bisa dinikmati masyarakat, tapi apa sekarang?," kata warga Desa Bukit Tinggi yang enggan disebutkan namanya, Selasa (22/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perempuan berusia 31 tahun itu mengatakan kekeringan telah berlangsung sekitar tiga hingga empat bulan. Kondisi tersebut membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
"Ini sudah tiga atau empat bulan seperti ini (kekeringan)," ujarnya.
Dia menuturkan warga di sekitar Bendungan Meninting sejak dulu belum terjangkau layanan air PDAM. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga mengandalkan sumber air dari hutan yang dialirkan menggunakan pipa menuju penampungan di rumah masing-masing.
"Nggak ada air PDAM, di sini kan hanya mengandalkan air dari hutan saja," ujarnya.
Namun, saat musim kemarau, aliran air dari hutan tidak menentu. Air terkadang baru mengalir ke penampungan warga setelah dua hingga tiga minggu.
"Itu datangnya satu kali dua minggu, itu pun kadang tiga minggu," tuturnya.
Warga lainnya, Nuraini, mengatakan kondisi kekeringan membuat dirinya harus menghemat penggunaan air bantuan pemerintah. Air tersebut digunakan untuk kebutuhan minum hingga buang air besar.
Menurutnya, distribusi air bersih terkadang hanya dilakukan sekali dalam sepekan. Untuk kebutuhan minum dan masak, dia terpaksa membeli air galon isi ulang seharga Rp 6 ribu setiap hari.
"Sekali seminggu dianterin. Ya cukup-cukupin, harus irit. Kadang beli air galon isi ulang," katanya.
Sementara untuk mencuci, Nuraini memanfaatkan aliran air yang berada di bagian bawah Bendungan Meninting.
"Kalau nyuci di bawah bendungan itu. Aliran airnya yang di bawah," ujarnya.