Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), turun status dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada). Penurunan status tersebut berlaku mulai hari ini, Rabu (16/9/2026) pukul 08.00 Wita.
Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan keputusan tersebut diambil setelah hasil pemantauan menunjukkan aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki cenderung menurun hingga pertengahan September 2026.
"Penurunan aktivitas vulkanik ditunjukkan oleh berkurangnya aktivitas erupsi di permukaan, tidak terekamnya gempa erupsi sejak awal September, menurunnya beberapa jenis kegempaan di zona dangkal, serta tidak teramatinya pola inflasi berdasarkan pengamatan deformasi GNSS maupun tiltmeter," ujar Lana dalam keterangan resmi, Rabu.
Namun demikian, lanjut Lana, aktivitas di dalam tubuh gunung api masih berlangsung dan potensi erupsi masih tetap ada dengan skala yang lebih kecil. Secara visual, aktivitas erupsi mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.
"Erupsi dengan tinggi kolom abu sekitar 2.500 meter di atas puncak yang terjadi pada 27 Agustus 2026 pukul 08.30 Wita, lalu erupsi terakhir terjadi pada 31 Agustus 2026 pukul 12.53 Wita menghasilkan kolom erupsi sekitar 300 meter di atas puncak," imbuhnya.
Lana mengatakan, hingga periode evaluasi pertengahan September tidak teramati kembali aktivitas erupsi. Namun pada periode awal September, aktivitas permukaan didominasi asap dari bibir kawah utama yang berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang setinggi sekitar 50-200 meter dari puncak.
"Hasil pemantauan menggunakan drone pada 10 September 2026 memperlihatkan kondisi kawah terlihat dengan sangat jelas. Berdasarkan hasil foto udara, tidak teramati adanya sumbatan lava di kawah area puncak Gunung Lewotobi Laki-laki. Kondisi tersebut menunjukkan kawah masih relatif terbuka dan belum terdapat indikasi pembentukan sumbatan lava yang dapat menyebabkan akumulasi tekanan secara signifikan pada bagian atas conduit," terangnya.
Lana menyebut gempa erupsi tidak terekam sejak 1 September 2026, gempa embusan dan low frequency cenderung menurun, tremor nonharmonik tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Baca juga: Dua Gunung di NTT Meletus Nyaris Bersamaan |
"Hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh menunjukkan bahwa aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki cenderung mengalami penurunan. Aktivitas erupsi telah menurun dan hasil pemantauan drone tidak menunjukkan adanya sumbatan lava di kawah. Data seismik tidak memperlihatkan peningkatan energi kegempaan yang signifikan dan data deformasi GNSS belum menunjukkan adanya inflasi yang mengindikasikan peningkatan tekanan di dalam tubuh gunung api," tandasnya.
Simak Video "Menyusuri Keindahan Alam Menuju Pulau Pura, Nusa Tenggara Timur"
(nor/nor)