detikBali
Lombok Barat

Air PDAM Mati Sebulan di Senggigi, Wisatawan Asing-Warga Kelimpungan

Terpopuler Koleksi Pilihan
Lombok Barat

Air PDAM Mati Sebulan di Senggigi, Wisatawan Asing-Warga Kelimpungan


M. Zahiruddin - detikBali

Salah satu Indomaret yang airnya macet di kawasan Senggigi, Kecamatan Batu Layar, Lombok Barat, NTB, Selasa (15/9/2026). (Foto : M. Zahiruddin/detikBali)
Foto: Salah satu Indomaret yang airnya macet di kawasan Senggigi, Kecamatan Batu Layar, Lombok Barat, NTB, Selasa (15/9/2026). (Foto : M. Zahiruddin/detikBali)
Lombok Barat -

Gangguan air bersih melanda kawasan pariwisata Senggigi, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sejumlah pelaku usaha dan warga mengaku air PDAM tak mengalir normal selama sekitar satu bulan.

Salah seorang pegawai minimarket di Senggigi, Ryan, mengatakan air PDAM sudah lebih dari sebulan tidak mengalir normal. Kondisi tersebut membuat pegawai terpaksa menggunakan air galon untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk untuk ke toilet.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah sebulan lebih air nggak pernah mengalir," kata Ryan, Selasa (15/9/2026).

Menurut Ryan, kondisi tersebut juga dikeluhkan wisatawan asing yang berkunjung ke Senggigi. Mereka disebut kecewa saat mengetahui kawasan wisata tersebut mengalami kekurangan air bersih.

ADVERTISEMENT

"Banyak pengunjung dari wisatawan asing yang geleng-geleng dan merasa kecewa saat tahu tak ada air," tutur Ryan.

Keluhan serupa disampaikan pegawai Indomaret di Senggigi yang enggan disebutkan namanya. Ia mengatakan air terkadang baru mengalir pada malam hari, saat toko hendak tutup.

"Udah lama ini. Kadang saat jam 11 malam baru airnya keluar, itupun kecil. Itu saat-saat kami mau pulang," ujar perempuan tersebut.

Gangguan air bersih tersebut tak hanya dirasakan pelaku usaha. Sejumlah warga di kawasan Senggigi juga mengaku kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Warga bahkan terpaksa membeli air galon untuk keperluan mandi dan membersihkan diri setelah buang air kecil maupun besar.

"Kalau ada tempat numpang mandi ya numpang. Kalau tidak ada ya kadang kami beli air galon," ucap salah seorang warga bernama Ananta.

Warga juga menambah bak penampungan untuk menampung air yang terkadang mengalir pada malam hari. Namun, debit air yang kecil membuat penampungan tidak selalu terisi.

"Tapi itu juga tidak cukup, airnya kecil," tuturnya.

Selain mengeluhkan air yang tidak mengalir normal, warga juga mempertanyakan pelayanan dan pembayaran air. Mereka mengaku tetap dituntut membayar tagihan tepat waktu meski distribusi air dirasakan tidak maksimal.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) PDAM Giri Menang, Aini Kurniati, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti gangguan air bersih di kawasan Senggigi. Menurut Aini, gangguan distribusi air terjadi akibat debit air PDAM Giri Menang yang menurun selama musim kemarau. Kondisi tersebut berdampak pada sejumlah wilayah pelayanan.

"Kondisi ini merata, ada beberapa yang terdampak musim kemarau ini. Debit air menurun," jelasnya.



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads