detikBali

Terpukulnya Keluarga Willy Mboik, CPNS yang Ditembak KKB di Jayawijaya

Terpopuler Koleksi Pilihan

Terpukulnya Keluarga Willy Mboik, CPNS yang Ditembak KKB di Jayawijaya


Sui Suadnyana, Simon Selly - detikBali

Suasana rumah duka keluarga Willy Mboik di Kupang, NTT, Kamis (10/9/2026) malam.
Foto: Suasana rumah duka keluarga Willy Mboik di Kupang, NTT, Kamis (10/9/2026) malam. (Simon Selly/detikBali)
Kupang -

Keluarga Willy Mboik (24) begitu terpukul. Willy yang baru dua bulan berstatus Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Dinas Pertanian dan Peternakan Jayawijaya harus kehilangan nyawa akibat ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Willy adalah salah satu dari tiga korban tewas dalam penembakan itu.

Keluarga yang terpukul atas kejadian ini disampaikan kerabat Willy kepada wartawan saat ditemui di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (10/9/2026). Menurut kerabat Willy, keluarga yang di Kupang maupun Rote Ndao sangat terpukul mendengar kabar duka tersebut.

"Bapak saat dengar kabar ini sangat terpukul dan sedih serta kecewa juga," ujar kerabat Willy.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kerabat menceritakan Willy saat kejadian bersama rombongan sedang membagikan bibit dan anakan babi untuk warga. Nama Willy awalnya tidak masuk dalam daftar keberangkatan. Namun, ia ikut karena bersama teman-teman satu kantor.

ADVERTISEMENT

Ketika jenazah Willy tiba di rumah sakit, tutur kerabat Willy, ada satu ibu sesama pegawai di sana menangis. Dia mengatakan Willy ikut bersama rombongan meski namanya tidak masuk dalam daftar.

"Dia ikut karena sama-sama dengan teman. Katanya nama adik itu tidak ada dalam daftar keberangkatan, tetapi mungkin karena mereka satu kantor jadi teman jalan mungkin dia juga ikut jalan," jelas kerabat Willy.

"Ibu itu bilang di kantor dia (Willy) seorang anak yang rajin. Dia ini sosoknya anak baik, kita tidak perlu suruh dia kerja. Dia tau apa yang harus dikerjakan tanpa harus disuruh," imbuh kerabat Willy.

Keluarga kini tengah menunggu kedatangan jenazah Willy dari Jayawijaya, Papua Pegunungan. Pengiriman jenazah dari Jayawijaya ke Rote Ndao dengan mengirimkan perwakilan. Biaya pengiriman jenazah juga ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya.

"Pemerintah Kabupaten Jayawijaya mereka mendukung. Artinya biaya transportasi dari Papua ke Rote mereka tanggung semua, untuk jenazah dari sana mereka yang atur semua, kami keluarga tinggal tunggu di sini dan besok kirim ke Rote," terang kerabat Willy, Kamis (10/9/2026) malam.

Desak Tangani Kekerasan di Papua

Di sisi lain, keluarga Willy mendesak pemerintah pusat untuk serius menangani kekerasan yang dilakukan KKB di Papua. Keluarga berharap tak ada lagi korban yang menjadi korban kekejaman KKB.

"Saya pikir ini perlu mendapatkan perhatian penting Karena masalah di Papua itu hampir setiap saat itu ada korban seperti ini. Bahkan, dari Sorong sampai Merauke itu setiap hari ada kejadian seperti ini," ujar kerabat Willy.

Kerabat Willy menduga motif penyerangan KKB tak terlepas dari keinginan mereka yang mau merdeka. Mereka lantas menyerang warga sipil, khususnya para pendatang di Papua.

"Jadi harapan saya, pemerintah harus serius menangani ini. Kalau tidak, bisa jadi ada korban jiwa lagi mungkin," jelas kerabat Willy.



(hsa/hsa)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads