Sekitar 70-an warga korban gempa mengungsi di pos pengungsian Kelurahan Lape, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pengungsi didominasi warga Desa Nangadhero, Kecamatan Aesesa.
Namun, puluhan warga yang mengungsi hanya mengandalkan satu toilet untuk mandi, cuci, dan kakus (MCK). Kondisi ini terjadi sejak hari pertama mereka mengungsi. Walhasil, mereka terpaksa MCK di pinggir Jalan Raya Trans Mbay-Ende.
"Sekarang kami terkendala dengan MCK karena yang ada cuman satu unit saja," kata salah satu pengungsi, Siti Suliati (57), saat ditemui di lokasi, Kamis (27/8/2026).
Siti menjelaskan mereka juga belum mendapatkan selimut. Selain itu, masker juga jadi kebutuhan utama karena anak-anak hingga orang tua kebanyakan terserang batuk dan pilek akibat debu.
Tidak semua pengungsi di lokasi ini mendapat bantuan tenda yang layak. Sebagian besar pengungsi masih menggunakan tenda terpal. Alas lantai juga demikian.
Meski demikian, Siti mengaku kebutuhan makan dan minum masih tercukupi. "Alhamdulillah kebutuhan makan dan minum sudah tercukupi, tetapi yang dibutuhkan itu MCK, selimut, dan masker," jelas Siti.
Simak Video "Video: Geger Berburu Koin Jagat Picu Kerusakan Fasilitas Umum di Sejumlah Taman"
(hsa/hsa)