Kantor DPRD Manggarai Barat mengalami kerusakan akibat gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus lalu. Kerusakan cukup parah terlihat di lantai dua termasuk ruang utama yang biasa digunakan untuk rapat paripurna.
"Banyak kerusakan di lantai dua, baik plafon yang roboh maupun dinding yang retak. Untuk ruangan paripurna sebagian besar pada plafon," kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPRD Manggarai Barat Maria Ignasia Dedy Djeha, Senin (24/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perempuan yang disapa Nancy itu menuturkan ruangan untuk rapat paripurna itu berukuran paling besar. Akibat kerusakan tersebut dan potensi resiko gempa susulan, rapat paripurna DPRD Manggarai Barat tadi sore digelar di ruangan berukuran kecil di lantai satu gedung dewan tersebut.
Nancy menuturkan rapat paripurna digelar di lantai satu untuk memudahkan evakuasi jika terjadi gempa susulan. Menurutnya, hanya segelintir anggota dewan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mengikuti rapat paripurna sore tadi.
"Untuk pertimbangan keamanan dan kenyamanan semua pihak juga melihat gempa susulan yang masih ada, kami memutuskan agenda sidang dilakukan di ruang internal lantai satu untuk memudahkan evakuasi ketika terjadi gempa susulan," jelas Nancy
Nancy mengakui kerusakan bertambah parah setelah gempa susulan mengguncang wilayah tersebut. "Jadi semakin parah, itulah makanya kami mengambil sikap setelah berkoordinasi dengan pimpinan DPRD untuk melakukan sidang di ruang internal di lantai satu," pungkasnya.