Empat senator asal Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi melaporkan senator asal Bali, Arya Wedakarna atau AWK, atas dugaan intimidasi terhadap perempuan asal Lombok bernama Hilda atau RHW. Laporan dilayangkan ke Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.
Anggota DPD asal NTB, Ibnu Halil, membenarkan laporan tersebut. Dia mengatakan seluruh senator asal NTB telah menghubungi BKD DPD RI atas dugaan intimidasi AWK terhadap Hilda.
"Tiba-tiba AWK telepon ingin ketemu langsung, tapi saya tidak ada waktu dan intinya dia mengakui kesalahannya berjanji untuk memberi kenyamanan ke Hilda," kata Ibnu Halil kepada detikBali, Sabtu (15/8/2026).
Dugaan intimidasi itu terjadi saat proses mediasi antara Hilda dengan seorang penjahit pakaian di Bali bernama Ni Made Tiadnyani alias Bu Sintya. Perselisihan antara Hilda selaku pelanggan dengan pemilik usaha Sintya Tailor di Badung, itu Bali, sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu.
Namun, sejumlah pihak mengkritik posisi AWK dalam proses mediasi tersebut. Bukannya menengahi, sikap dan perkataan AWK saat pertemuan itu justru dinilai membuat posisi Hilda semakin tertekan. AWK pun dituding melakukan penghinaan terhadap Hilda.
Ibnu Halil mengungkapkan AWK sempat menunjukkan surat perjanjian perdamaian antara penjahit pakaian dengan Hilda. Ibnu Halil menegaskan akan menemui Hilda untuk memastikan terkait dugaan intimidasi yang dilakukan AWK.
"Nanti kalau sudah bisa saya komunikasi dengan Hilda bagaimana sebenarnya dan apa betul proses damai dan pemberian maaf dari Hilda itu ada, saya akan hubungi," ujar Ibnu Halil.
detikBali telah berupaya mengonfirmasi AWK terkait persoalan tersebut. Namun, hingga berita ini diterbitkan, AWK belum merespons pesan singkat melalui Whatsapp maupun akun Instagram pribadinya.
Namun, beredar video yang menunjukkan AWK mendatangi anggota DPD RI asal NTB, Evi Apita Maya, Muhammad Rifki Farabi, dan Mirah Midadan Fahmid untuk memediasi persoalan dugaan intimidasi terhadap perempuan Lombok itu. Dalam pertemuan itu, AWK meminta maaf kepada masyarakat NTB terkait pernyataannya dan mengeklaim tidak bermaksud mengintimidasi.
"Tidak ada maksud sedikit pun untuk intimidasi," kata AWK dalam video itu.
Simak Video "Video: Usut Tuntas Keterlibatan Anggota DPRD di Kasus Kematian dr Icha"
(iws/iws)