Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), buka suara setelah dokter Beni Christian Sihombing ikut menghina pasien BPJS Yurizal Tri Chaerawan di Threads. Staf Humas RSUD Ruteng, Yohana R.D. Mari, membenarkan bahwa Beni merupakan dokter yang bertugas di RSUD Ruteng.
Namun, Yohana menegaskan kejadian yang menimpa pasien Yurizal bukan terjadi di RSUD Ruteng. Beni, ujar dia, hanya mengomentari Threads Yurizal.
"Dokter sementara (di RSUD Ruteng). Nanti saya kroscek mereka punya posisi," ujar Yohana melalui sambungan telepon, Rabu (5/7/2026).
Yohana juga menyampaikan bahwa dokter Beni telah mengunggah permintaan maaf secara terbuka melalui akun media sosial pribadinya. Sementara itu, pihak RSUD Ruteng tidak mengeluarkan pernyataan resmi karena komentar tersebut merupakan pendapat pribadi yang disampaikan di luar kapasitasnya sebagai tenaga medis di rumah sakit.
"Tidak ada klarifikasi resmi dari rumah sakit karena itu Thread pribadi dokter, tidak melalui akun rumah sakit atau humas rumah sakit," pungkas Yohana.
Komen 'Ruang Jenazah Kosong' ke Yurizal
Sebuah utas di Threads @yurizaltrich yang mengungkap dirinya tak kunjung mendapat layanan ruangan di rumah sakit meski telah menunggu delapan jam viral. Viralnya utas tersebut setelah komentar sejumlah dokter dan tenaga kesehatan (nakes) dinilai tidak berempati bahkan bullying.
"8 jam belum dapat ruangan. Ga mau spill RS-nya, soalnya gue pake BPJS," katanya di akun treads tersebut yang diunggah pada 23 Juli 2026.
Sembilan hari setelah unggahan tersebut dibuat, pasien bernama Yurizal Tri Chaerawan diketahui telah meninggal dunia pada 31 Juli 2026. Komentar nirempati dari dokter dan nakes lantas kembali diungkit dan mendapat kecaman dari warganet.
Salah satu komentar yang banyak disorot berasal dari dokter Beni Christian Sihombing melalui akun Threads @bennychrstn. Dokter Beni bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dalam kolom komentar, dokter Beni menanggapi keluhan Yurizal dengan menyinggung keterbatasan ruang perawatan di rumah sakit, termasuk menyebut ruang jenazah sebagai tempat yang selalu tersedia.
"Kalo full, mau dipindahkan kemana? mau di lantai? Gk ada hubungannya sama BPJS atau nggak. BPJS yg make banyak, otomatis yg dirawat juga banyak, ga cuma u sendiri. Kalo mau pindah cepat, noh ruang jenazah selalu kosong. Ngeselin dah, nakes/RS bahkan pemerintah melalui BPJS berusaha bantuin, masyarakatnya malah gini," komentar dokter Beni.
Beni Minta Maaf dan Siap Terima Konsekuensi
Setelah dirujak warganet, Beni menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui akun media sosialnya. Ia mengaku menyesali unggahan tersebut dan turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Yurizal.
"Saya ingin menyampaikan permohonan maaf atas ketikan saya di Threads. Saya juga menyampaikan turut berdukacita kepada pemilik utas yaitu almarhum Yurizal. Saya berdoa semoga segenap keluarga diberikan penghiburan," kata Beni.
Beni juga mengaku siap menerima konsekuensinya, baik proses hukum maupun sanksi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) hingga Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK).
"Saya bertanggung jawab penuh atas segala tulisan yang saya buat. Dan jika pun nanti ada proses hukum, saya akan mengikutinya tanpa pembelaan ataupun menyewa pengacara, itu tidak, tidak akan. Dan saya juga siap menerima konsekuensi dari Rumah Sakit, dari IDI, MKEK, pengadilan ataupun instansi lain," lanjut dia.
Simak Video "Video K-Talk: SUPER JUNIOR-83z Punya 'Promise' Spesial buat E.L.F Indonesia"
(nor/nor)