Seorang warga negara (WN) Arab Saudi meninggal dunia di tempat domisilinya di Desa Oi Saro, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dari lokasi, polisi menemukan sisa obat generik dan beberapa botol minuman keras (miras).
"WN Arab Saudi yang meninggal dunia di Desa Oi Sari berjenis kelamin laki-laki berinisial MSM (52)," ucap Kasatreskrim Polres Bima Iptu Ghufron Subeki dikonfirmasi, Rabu (5/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ghufron, MSM mengembuskan napas terakhirnya dalam perjalanan menuju Puskesmas Sanggar pada Selasa (4/8/2026). MSM dibawa ke Puskesmas Sanggar karena kondisi kesehatannya memburuk.
Sebelum dilaporkan meninggal, lanjut Ghufron, MSM ditemukan sempat berbaring dengan kondisi lemas di sofa tempat domisilinya oleh seorang warga, (saksi) pada Senin (3/8/2036). Saat itu, saksi sempat menanyakan kondisi kondisi kesehatan MSM, tapi tak direspons.
"Saat itu, saksi juga berinisiatif membelikan makanan untuk MSM di warung. Setelah itu saksi memberitahu Kepala Desa Oi Sari terkait kondisi MSM," katanya.
Tak berselang lama, lanjut Ghufron, Kepala Desa dan saksi tersebut datang ke rumah dan melihat MSM masih dalam kondisi lemas. Selanjutnya Kepala Desa langsung menghubungi seorang tenaga kesehatan (Nakes) untuk memeriksa kondisi MSM termasuk mengecek tekanan darahnya.
"Hasil pemeriksaan Nakes saat itu, tensi darah MSM sekitar 170/130. Kondisinya masih terbaring lemas, mulut mengeluarkan busa dan tercium bau alkohol yang menyengat," katanya.
Karena kondisi kesehatan MSM semakin memburuk, nakes dan sejumlah warga hendak membawa MSM ke Puskesma Sanggar untuk dirawat medis lebih lanjut. Namun dalam perjalanan menghembuskan napas terakhir.
"Selanjut jasad MSM dibawa ke RSUD Bima menggunakan ambulans Puskesmas Sanggar didampingi istri MSM dan Personel Polsek Sanggar," beber dia.
Polres Bima yang mendapat laporan dari Polsek Sanggar langsung menurunkan Tim Inafis Satreskrim ke lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan, olah TKP hingga memasang garis polisi.
Di TKP, petugas juga menemukan dan mengamankan beberapa barang bukti, seperti setengah botol miras jenis anggur merah dari kulkas dan enam botol kosong miras dari berbagai jenis. Selain itu, juga ditemukan dan turut diamankan beberapa bungkus obat obatan generik.
"Dari TKP, kami juga mengamankan satu buah selempang warna hitam yang berisi paspor dan surat-surat (kartu) yang ditemukan di belakang pintu kamar MSM," beber Ghufron.
Sementara berdasarkan hasil pemeriksaan tubuh MSM tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Hingga saat ini, polisi belum bisa menyimpulkan MSM meninggal. Diperlukan tindakan medis lanjutan atau upaya autopsi untuk memastikan penyebabnya.
"Pihak keluarga MSM melalui Kedutaan Besar (Kedubes) Arab Saudi di Jakarta hanya mengizinkan untuk visum luar saja. Mereka menolak autopsi yang dituangkan dalam surat penolakan resmi," ujarnya.
"Saat ini, jenazah MSM dalam proses pemulangan untuk dikebumikan di negara asalnya Arab Saudi," pungkas Ghufron.
(nor/nor)