Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono menargetkan pembangunan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di seluruh Indonesia. Pembangunan ribuan kampung nelayan tersebut ditargetkan rampung hingga berakhirnya periode pertama pemerintahan Prabowo Subianto.
"Lima ribu (target pembangunan KNMP di seluruh Indonesia)," kata Trenggono saat mendampingi Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), meninjau KNMP Desa Warloka Pesisir, Kecamatan Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (30/7/2026) sore.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trenggono mengungkapkan sejauh ini sudah dibangun 100 KNMP, termasuk KNMP Desa Warloka Pesisir di Labuan Bajo. Tahun ini, pemerintah menargetkan membangun 1.369 KNMP.
"Jadi total 1.369 tahun ini. Tahun depan seribu," ujar dia.
Sementara itu, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), mengatakan pembangunan KNMP bertujuan untuk memberdayakan nelayan sehingga bisa terwujud swasembada ikan. Ia menegaskan pentingnya swasembada pangan baik karbohidrat maupun protein.
"Kita harus swasembada karena swasembada itu kehormatan rakyat Indonesia. Rakyat Indonesia mana? Petani, nelayan, peternak, pembudidaya. Kalau kita impor terus yang senang dari luar negeri. Kalau beras Thailand Vietnam dia senang karena kita beli di sana, petani Thailand, Vietnam," jelas Zulhas.
"Kalau kita impor garam, ikan, impor macam-macam, yang senang orang lain juga, bukan nelayan kita, bukan pembudidaya kita. Oleh karena itu kebijakan presiden yang pertama kita harus swasembada dulu apakah karbohidrat, apakah protein," imbuhnya.
Selain Trenggono, Zulhas juga didampingi Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto dan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan saat meninjau KNMP Warloka Pesisir tersebut.
Rombongan Zulhas meninjau sejumlah fasilitas KNMP di Labuan Bajo. Termasuk mengecek gudang beku portabel dan pendinginan (cold storage), tempat pelelangan ikan, bengkel nelayan, hingga kios perbekalan.
Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) itu menjelaskan cold storage KNMP Warloka Pesisir itu bisa menampung hingga 10 ton ikan. Ikan bisa didinginkan hingga beberapa bulan di kulkas raksasa tersebut.
"Yang pendinginan ini kira-kira bisa 10 ton, tahan karena didinginkan, masuk kulkas kira-kira ya, kulkas besar, ini bisa bertahan berbulan-bulan. Kalau ikannya mau dibekukan masuk situ. Saya tadi tiga menit, keluar, nggak sanggup," jelas Zulhas.
Tambak Udang di NTT Bakal Hasilkan 52.800 Ton per Tahun
Zulhas juga menyinggung tambak udang di Sumba Timur, NTT. Menurutnya, tambak udang tersebut diproyeksikan menghasilkan 52.800 ton udang per tahun. Luas tambak udang itu mencapai 2.150 hektare (ha). Sebelumnya, Zulhas juga sempat meninjau tambak udang di Waingapu, Sumba Timur.
"Pak Menteri Kelautan, saya barusan juga tengok di Waingapu. Membangun budidaya udang 2.150 hektare. Bayangin, 2.150 hektare kalau di Jakarta, kira-kira lima kali Pondok Indah," kata Zulhas.
Menurut Zulhas, Indonesia akan menjadi eksportir udang selain ikan dan lainnya. Ia optimistis Indonesia bisa menjadi pengekspor udang terbesar di dunia.
"(Tambak udang 2.150 ha) akan menghasilkan 52.800 ton udang. Kita akan menjadi ekspor ikan, protein, udang, dan lain-lain. Insyaallah nanti terbesar di dunia," ujar Zulhas.
Dilansir dari detikNews, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memulai pembangunan Kawasan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu pada Februari 2026. Kehadiran tambak ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Kawasan tambak udang terintegrasi ini dikembangkan dengan konsep Integrated Shrimp Farming (ISF). Mencakup pembangunan sarana hulu dan hilir mulai dari intake air laut, tandon utama, kolam budidaya, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), fasilitas kawasan, penghijauan, hingga pengadaan peralatan dan mesin. Nilai investasi yang dialokasikan untuk kegiatan ini sebesar US$ 500 Juta atau sebesar Rp 7,2 triliun.
(iws/iws)