Penyaluran Bantuan Siswa Miskin (BSM) di Kota Mataram menjadi sorotan. Pasalnya, ribuan pelajar di daerah tersebut terindikasi menjadi penerima ganda program bantuan pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Yusuf, mengatakan permasalahan tersebut telah ditangani oleh Bidang Dikdas Dinas Pendidikan Kota Mataram. Dana BSM yang terindikasi diterima secara ganda juga diklaim telah dikembalikan.
"Yang mengetahui itu di Bidang Dikdas, ada kasi tersendiri. Katanya sudah dikembalikan," kata Yusuf saat dikonfirmasi, Kamis (30/7/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah penerima ganda BSM di Kota Mataram diperkirakan mencapai sekitar 1.800 siswa, mulai dari jenjang SD hingga SMP. Besaran BSM untuk siswa sekolah dasar (SD) sebesar Rp 180 ribu per anak, sedangkan untuk pelajar sekolah menengah pertama (SMP) sebesar Rp 360 ribu per anak.
Menyikapi temuan tersebut, Yusuf menegaskan Dinas Pendidikan Kota Mataram akan merombak sekaligus memperketat mekanisme pendataan penerima BSM.
"Sekarang lagi pendataan untuk yang dapat BSM itu minimal desil 1 dan 2. (Intinya) akan ditata ulang. Kami akan bekerjasama dengan Dinas Sosial untuk menata ulang (data ini), agar mendapatkan data yang valid, sehingga tepat sasaran, akuntabel dan bisa dipertanggungjawabkan," ungkapnya.
Yusuf mengatakan ke depan penerima BSM akan diprioritaskan bagi siswa yang berasal dari keluarga rentan miskin dengan kriteria minimal desil 1 dan desil 2. Untuk memastikan akurasi data tersebut, Dinas Pendidikan akan menggandeng Dinas Sosial Kota Mataram dalam melakukan validasi data penerima.
Simak Video "Video Polwan yang Bunuh Suaminya di Mataram Divonis 10 Tahun Penjara"
(dpw/dpw)