detikBali

Penjelasan Pelni soal Penumpang Kapal Makassar-Labuan Bajo Lompat ke Laut

Terpopuler Koleksi Pilihan

Penjelasan Pelni soal Penumpang Kapal Makassar-Labuan Bajo Lompat ke Laut


Sui Suadnyana, Ambrosius Ardin - detikBali

Penumpang menaiki KM Binaiya yang berlayar dari Pelabuhan Benoa di Denpasar, Bali, Selasa (20/12/2022). PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) menyiapkan 69 unit kapal yang terdiri atas 26 kapal penumpang dengan 32.447 kursi di 76 pelabuhan dan 43 kapal perintis dengan 16.706 kursi di 281 pelabuhan selama libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/wsj.
Foto: KM Binaiya kala hendak berlayar dari Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali, Selasa (20/12/2022). (Fikri Yusuf/Antara Foto)
Manggarai Barat -

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) memberikan penjelasan soal penumpang kapal bernama Yulius Arlan (21) melompat ke laut dari Kapal Motor (KM) Binaya. Insiden itu terjadi saat kapal penumpang itu dalam perjalanan dari Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) ke Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"PT Pelni membenarkan adanya insiden seorang penumpang laki-laki berinisial YA (Yulius Arlan) yang diduga melompat ke laut dari deck 5 KM Binaiya," kata Kepala PT Pelni Cabang Labuan Bajo, Fanny Puspita, dalam keterangan tertulis, Jumat (24/7/2026).

Fany menjelaskan insiden penumpang melompat ke laut atau man overboard (OMB) itu terjadi pada 22 Juli 2026 sekitar pukul 19.56 Wita. Lokasi kejadian di Laut Flores, sekitar 60 nautical mile dari Labuan Bajo.

Seusai Yulius melompat ke laut, jelas Fany, nakhoda dan kru KM Binaya segera melaksanakan prosedur darurat MOB sesuai standar keselamatan pelayaran. Sempat dilakukan pencarian, tetapi yang bersangkutan tak ditemukan.

"Kapal melakukan upaya pencarian maksimal di sekitar lokasi kejadian selama kurang lebih 1,5 jam dengan mengitari area jatuhnya penumpang sebanyak lima kali dan melakukan penyisiran visual. Namun, hingga pencarian dihentikan, korban tetap tidak terlihat dan dinyatakan tidak berhasil ditemukan," terang Fany.

Setelah berkoordinasi sesuai prosedur yang berlaku, KM Binaiya melanjutkan pelayaran menuju Labuan Bajo. Saat yang sama, kru kapal juga memancarkan informasi kemanusiaan melalui Channel 16 kepada kapal-kapal di sekitar lokasi untuk membantu pencarian lebih lanjut.

Fany mengungkapkan PT Pelni juga telah melaporkan dan berkoordinasi lebih lanjut perihal kejadian ini dengan instansi terkait, seperti kantor kesyahbandaran dan otoritas pelabuahan (KSOP), Badan SAR Nasional (Basarnas), dan kepolisian air (polair) pada kesempatan pertama.

"Pelni menyampaikan keprihatinan atas kejadian ini serta mengimbau seluruh penumpang agar selalu mematuhi ketentuan keselamatan selama pelayaran, tidak berada di luar area aman, serta segera melaporkan kepada kru kapal apabila melihat adanya potensi bahaya," pinta Fany.



(hsa/hsa)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads