Sejumlah guru dan siswa dievakuasi lewat jalur laut akibat bentrokan antarwarga Desa Narasaosina dan Waiburak di Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Para siswa dan guru tersebut dievakuasi saat sedang berada di bumi perkemahan SMPN 1 Adonara Timur.
"Sembilan orang siswa dan dua guru dievakuasi," kata Muhammad Sole Kadir, guru SMPN 1 Adonara Timur, saat dikonfirmasi detikBali, Sabtu (18/7/2026).
Muhammad menuturkan para siswa seharusnya mengikuti kemah hingga Minggu (19/7). Namun, mereka dipulangkan lebih awal di tengah memanasnya konflik Desa Narasaosina dan Waiburak. Para siswa dan guru itu dievakuasi ke Desa Waiburak menggunakan sampan kayu.
"Karena konflik, jadi semua siswa dipulangkan dari perkemahan ke rumah. Mereka (siswa) yang dari wilayah konflik Belle (Desa Waiburak) dipulangkan lewat laut," imbuhnya.
Menurut Muhammad, situasi di kedua desa sampai saat ini masih mencekam. Dia menyebut sejumlah aparat juga telah berada di lokasi.
"Pagi tadi Pak Wabup dan Ketua DPRD Flores Timur sudah ke Belle ikut pemakaman. Lembaga pendidikan jadi terdampak konflik, memang cukup mengganggu akitivitas pembelajaran," ujar Muhammad.
Simak Video "Video: Flores Timur Tetapkan Tanggap Darurat Banjir Lahar Dingin hingga 30 Desember"
(iws/iws)