Heboh Perawat RSUD Bima Diduga Dianiaya Keluarga Pasien

Rafiin - detikBali
Sabtu, 11 Jul 2026 15:30 WIB
Ilustrasi Penganiayaan. (Foto: Ilustrasi: Fuad Hashim)
Bima -

Seorang perawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima, berinisial AR, diduga dianiaya oleh keluarga pasien. Penganiayaan terjadi saat pasien meninggal dunia di tengah perjalanan menuju RSUD Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menjadi rumah sakit rujukan.

Dugaan penganiayaan tersebut viral di media sosial setelah diunggah pertama kali oleh akun Facebook Umi Quin. Sontak, unggahan itu dibanjiri komentar dan diunggah ulang oleh warganet.

"Innalillahi wainnailaihi rojiun. Satu kapal dengan ambulan yang akan merujuk pasien ke RSUP. Qadarullah pasien meninggal di kapal. Perawatnya dipukul dan diamuk oleh keluarga pasien," tulis akun Facebook Umi Quin dalam unggahan yang dilihat detikBali, Sabtu (11/7/2026).

"Ya Allah. Nyawa itu di tangan Tuhan, bukan di tangan Nakes. Pliisss. Pliiiss. Pliisss. Sedikit bijaksana lah dalam menyikapi sebuah kehilangan," imbuhnya.

Direktur RSUD Bima, Ihsan, buka suara mengenai dugaan penganiayaan terhadap perawat oleh keluarga pasien tersebut. Ihsan menuturkan pasien rujukan yang meninggal dalam perjalanan menuju RSUP NTB itu bernama Alfa bin Munir.

"Atas nama manajemen RSUD Bima, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum," kata Ihsan.



Simak Video "Video: Kasus Penyekapan Wanita di Cileunyi: Polisi Masih Kejar Pelaku! "


(iws/iws)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork