Round Up

Menanti Hasil Investigasi Kemenkes soal Kematian Dokter Icha

Tim detikBali - detikBali
Selasa, 30 Jun 2026 07:00 WIB
Foto: Suasana rumah duka dr Icha, di Blok F Perumahan RSS Baumata, Kupan, NTT, Jumat (26/6/2026). Foto: Simon Selly/detikBali
Kupang -

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menempuh langkah baru dalam kasus kematian dr Eliza Princila Utami Pakaenoni alias Dokter Icha (27). Kemenkes kini melakukan investigasi atas kematian dokter perempuan yang bertugas di Rumah Sakit Umum (RSU) Leona, Timor Tengah Utara (TTU) itu.

Dokter Icha meninggal akibat diintimidasi tiga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) TTU, yakni Norbertus Bani dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Veronika Lake dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dan Therensius Lazakar, dari Partai Golongan Karya (Golkar).

Langkah investigasi ini dibuka oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) Kemenkes, Yuli Farianti, saat melayat ke rumah duka di Kupang, Senin (29/6/2026) sore. Yuli melayat mewakili Menkes Budi Gunadi Sadikin.

"Kemenkes memastikan akan mengusut dugaan intimidasi dan menjamin perlindungan bagi tenaga medis," ujar Yuli dalam pidatonya.

Dirjen SDMK Kemenkes, Yuli Farianti, saat melayat mewakili Menkes Budi Gunadi Sadikin di rumah duka dr Eliza Princila Utami Pakaenoni alias Dokter Icha (27) di Kupang, Senin (29/6/2026). (Foto: Simon Selly/detikBali)

Yuli mengatakan Kemenkes mendapatkan informasi awal dari media sosial (medsos) terkait dugaan intimidasi oleh anggota DPRD terhadap Icha saat bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Leona pada 13 Juni 2026.

Kemenkes, tegas Yuli, tak mau terburu-buru mengambil kesimpulan terkait dugaan intimidasi yang dilakukan oleh tiga anggota DPRD TTU. Namun, hal itu akan disampaikan setelah proses investigasi tuntas.

"Kami harus melakukan investigasi duluan, posisi kasusnya seperti apa. Jadi, makanya kami dari hari ini bersama Ibu Ketua Inspektorat Investigasi karena beliau membawahi dari tenaga medis dan tenaga kesehatan terkait dengan keprofesian, pembinaan dari keprofesian," terang Yuli.

Yuli mengimbau seluruh dokter di Indonesia agar tidak takut melapor jika mengalami tekanan atau intimidasi dalam bertugas. "Jangan pernah takut bersuara karena kalian akan dilindungi," tegasnya.



Simak Video "Video Kemenkes: 105 Orang Meninggal Akibat Gempa NTT, 185 Ribu Jiwa Mengungsi"


(hsa/hsa)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork