Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram memastikan proses rehabilitasi bangunan MTs Badrussalam NW Sekarbela yang ambruk pada Sabtu (20/6/2026) akan dipercepat. Perbaikan ditargetkan rampung sebelum tahun ajaran baru agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu.
Wali Kota Mataram Mohan Roliskana menyalurkan bantuan dana sebesar Rp 50 juta untuk meringankan biaya rehabilitasi sekolah tersebut. Bantuan itu diberikan saat peninjauan langsung ke lokasi, Selasa (23/6/2026).
"Saya berpesan supaya dipercepat untuk perbaikan. Karena ini kan mau penerimaan murid baru, supaya tidak ada kendala dalam proses belajar mengajar," kata Mohan saat diwawancarai di MTs Badrussalam NW Sekarbela, Selasa (23/6/2026).
Saat ini, proses perbaikan masih dalam tahap asesmen oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram. Pemkot juga melibatkan Dinas Sosial untuk mendukung penanganan pascakejadian tersebut.
"Nanti barangkali disesuaikan dengan kondisi struktur utama bangunannya," ujarnya.
Seperti diketahui, struktur bangunan MTs Badrussalam NW Sekarbela merupakan bangunan tua yang didirikan pada tahun 1980-an. Mohan memperkirakan perbaikan struktur bangunan bagian atas akan menggunakan bahan-bahan yang lebih ringan, demi aspek keamanan ke depannya.
"Wajar kalau kemudian mengalami kerusakan yang cukup parah. Sehingga nanti untuk perbaikan ke atasnya mungkin kami pakai dengan bahan-bahan yang lebih ringan lah. Supaya lebih aman," tutur Mohan.
Pemkot Mataram juga membuka ruang bagi sekolah-sekolah di Mataram, baik itu sekolah yayasan maupun swasta, untuk meminta asesmen terkait kondisi fisik bangunan mereka.
"Nggak apa-apa, kami bisa. Kami siap. Bisa diasesmen nanti. PUPR Mataram juga punya tim untuk (asesmen) itu," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, dua ruang kelas MTs Badrussalam NW Sekarbela di Gang Al Musthofa, Jalan Sultan Kaharudin, Mataram ambruk pada Sabtu (20/6/2026) sore. Dua ruangan yang ambruk adalah kelas 8 dan 9.
"Kejadiannya sekitar pujul 16.30 sore, kejadiannya Sabtu kemarin. Paginya kami bagi rapor dan setelah itu tidak ada aktivitas lagi," kata Kepala MTs Badrussalam NW Sekarbela, Istiarah, saat diwawancarai di kantornya, Senin (22/6/2026).
Istiarah memastikan tidak ada korban jiwa akibat ambruknya dua ruang kelaa tersebut karena sekolah sudah kosong dan tidak ada aktivitas. Ia menduga bangunan itu ambruk karena kondisinya sudah berumur.
"Bangunan itu sudah berdiri sejak 1984 dan hanya pernah menjalani perbaikan terakhir pada 1995. Bangunan (itu) sudah tua. Memang sudah kami antisipasi sebenarnya, ruangan ini sudah sempat kami kosongkan, tidak boleh ditempati," ungkap Istiarah.
Akibat kejadian tersebut, atap hingga seluruh isi ruangan, termasuk meja dan kursi, mengalami kerusakan parah. MTs Badrussalam NW Sekarbela mengestimasi kerugian material mencapai lebih dari Rp 1 miliar.
"Atapnya semua ambruk, meja kursi juga rusak. Perkiraan kita sekitar Rp 1 miliar (lebih total kerugiannya). Kita buat pelat nanti rencananya supaya tidak ada kekhawatiran di masa-masa yang akan datang," ujar Istiarah.
Simak Video "Video: KPK Tetapkan 5 Tersangka Terkait OTT di Sumut"
(nor/nor)