detikBali

Pemkot Mataram Siapkan Rp 3 M untuk Bebaskan Lahan Toko Atlantis

Terpopuler Koleksi Pilihan

Pemkot Mataram Siapkan Rp 3 M untuk Bebaskan Lahan Toko Atlantis


Nathea Citra - detikBali

Progres akhir kantor wali kota Mataram tahap pertama, Selasa (23/12/2025). (Nathea Citra/detikBali)
Foto: Progres akhir kantor wali kota Mataram tahap pertama, Selasa (23/12/2025). (Nathea Citra/detikBali)
Mataram -

Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram menyiapkan anggaran Rp 3 miliar untuk pembebasan lahan Toko Atlantis di Jalan Gajah Mada, Jempong, Sekarbela. Lahan tersebut berada di depan lokasi pembangunan kantor baru Wali Kota Mataram.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram, Muhamad Ramayoga, mengatakan proses pembebasan lahan ditargetkan rampung pada April 2026. Saat ini, tahapan administrasi masih berjalan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"DPU-nya sedang berproses di Dinas PUPR, kalau sudah clear proses surat menyurat dan lain-lain, tinggal pengajuan untuk pembayaran," kata Ramayoga, Kamis (23/4/2026).

Ia menjelaskan, anggaran pembebasan lahan tersebut telah dialokasikan dalam APBD 2026 melalui Dinas PUPR. Proses penilaian (appraisal) juga telah dilakukan sejak tahun sebelumnya.

"Dari tahun kemarin appraisal dan anggarannya sudah kami tuangkan di dalam APBD di Dinas PUPR. Kalau sudah siap, PUPR tinggal minta pembayaran, (pasti) kami keluarkan," jelasnya.

Berdasarkan hasil appraisal, luas lahan Toko Atlantis diperkirakan sekitar 6-7 are. Selain itu, Pemkot Mataram juga masih memproses pembebasan lahan toko buah yang berada di lokasi yang sama.

"Untuk lahan Atlantis Rp 3 miliar, tapi kalau toko buah belum, masih berproses," sambungnya.

Diketahui, dua bidang lahan di depan kantor baru wali kota tersebut merupakan milik dr Mawardi yang dilaporkan hilang sejak 2016. Proses pembayaran pembebasan lahan akan dilakukan kepada ahli waris.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Lale Widiahning, sebelumnya menyebut pembangunan kantor baru wali kota akan berlanjut pada 2026 dengan anggaran sekitar Rp 60 miliar.

ADVERTISEMENT


"Tahapan yang kami lakukan (saat ini) adalah tender untuk konsultan manajemen konstruksi. Itu yang akan me-review RAB sampai dengan pengawasan. Setelah itu, kami tender untuk konstruksi, sekitar di bulan Juni paling telat," kata Lale, sebelumnya.

Secara keseluruhan, pembangunan kantor baru Wali Kota Mataram diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp 250 miliar dengan luas lahan sekitar 3 hektare. Proyek tersebut akan dikerjakan secara bertahap menggunakan APBD Kota Mataram.




(nor/nor)










Hide Ads