detikBali

Distan Mataram Temukan 60 Kasus Cacing Hati pada Hewan Kurban

Terpopuler Koleksi Pilihan

Distan Mataram Temukan 60 Kasus Cacing Hati pada Hewan Kurban


Nathea Citra - detikBali

Ilustrasi Daging Kurban
Ilustrasi daging kurban. (Foto: Usman Yousaf/Unsplash)
Mataram -

Puluhan hewan kurban Idul Adha 1447 Hijriah di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), terinfeksi cacing hati. Puluhan kasus cacing hati itu ditemukan berdasarkan hasil pemantauan dari 213 titik lokasi pemotongan hewan yang didatangi petugas Dinas Pertanian Kota Mataram.

Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dinas Pertanian Kota Mataram, Lalu Hapiludin, mencatat sebanyak 989 ekor sapi dan 1.419 ekor kambing dipotong saat perayaan Idul Adha di Mataram. Menurutnya, mayoritas kasus cacing hati ditemukan pada hewan kurban jenis sapi.

"Sebagian besar temuannya cacing hati, ada sekitar 60-an kasus," kata Hapiludin, saat dikonfirmasi, Jumat (29/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Menurut Hapiludin, cacing hati pada sapi biasanya dipicu oleh faktor pakan serta kebersihan kandang. "Kadang rumput yang dikasih pagi-pagi itu masih berembun dan basah. Selain itu juga faktor kebersihan kandangnya," ungkapnya.

Bagian hati hewan kurban yang terinfeksi cacing hati dipastikan dibuang dan tidak disarankan untuk dikonsumsi. Sementara, bagian daging lainnya yang masih tetap bisa dikonsumsi.

"Kadang ditemukan sepertiga atau setengah yang kena, jadi berapa yang ada (cacingnya) itu yang dibuang. Tidak semua dibuang," imbuh Hapiludin.

Hapiludin menegaskan petugas Distan Mataram masih melakukan pemeriksaan hewan kurban hingga tiga hari pasca-Idul Adha atau berakhirnya hari Tasyrik. Hal ini dilakukan untuk memberi rasa aman kepada masyarakat yang melakukan kurban.

Diketahui, Dinas Pertanian Mataram mengerahkan enam tim satgas pemeriksa hewan kurban 2026. Mereka mengecek kelayakan hewan kurban ke masing-masing kecamatan di Mataram.




(iws/iws)










Hide Ads