detikBali

BBKSDA Tangkap Komodo Masuk Rumah Warga di Manggarai Timur

Terpopuler Koleksi Pilihan

BBKSDA Tangkap Komodo Masuk Rumah Warga di Manggarai Timur


Ambrosius Ardin - detikBali

Seekor anak komodo masuk rumah warga warga di Dusun Londang, Desa Nanga Mbaur, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Kamis (21/5/2026). (Dok. BBKSDA NTT)
Foto: Seekor anak komodo masuk rumah warga warga di Dusun Londang, Desa Nanga Mbaur, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Kamis (21/5/2026). (Dok. BBKSDA NTT)
Manggarai Barat -

Seekor komodo masuk rumah warga di Dusun Londang, Desa Nanga Mbaur, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTT telah menangani hewan purba itu dan melepasliarkan ke habitatnya.

"Balai Besar KSDA NTT berhasil menangani anakan biawak komodo yang masuk rumah warga Dusun Londang. Anakan biawak komodo tersebut selanjutnya dilakukan pemeriksaan, pengambilan data, dan dilepasliarkan ke habitat alaminya," kata Kepala BBKSDA NTT, Adhi Nurul Hadi, Sabtu (23/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Insiden anak komodo masuk rumah warga itu terjadi pada 21 Mei lalu. Menindaklanjuti laporan adanya komodo masuk rumah warga, jelas Adhi, BBKSDA NTT menugaskan Unit Penanganan Satwa untuk mengamankan dan memeriksa komodo tersebut.

"Pemeriksaan meliputi pengukuran, pemasangan PIT tag (microchip), serta pengambilan sampel darah," jelas Adhi.

ADVERTISEMENT

"Hasil identifikasi menunjukan komodo tersebut memiliki panjang tubuh 57,2 cm dengan berat 0,16 Kg. Komodo itu termasuk dalam kelas umur hatchling atau anakan baru menetas," imbuh dia.

Komodo itu dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya di kawasan Watu Pajung, Desa Nanga Mbaur, Kecamatan Sambi Rampas. Adhi mengatakan, pelepasliaran dilakukan dengan mempertimbangkan kesesuaian habitat serta kondisi individu yang masih berusia sangat muda.

"Komodo ditempatkan di atas pohon untuk meningkatkan peluang bertahan hidup dari ancaman predator dan mendukung proses adaptasi di alam," terang Adhi.

Ia mengatakan respons cepat terhadap laporan masyarakat sangat penting dalam penanganan konflik satwa liar, khususnya satwa yang dilindungi. Ia mengapresiasi masyarakat yang segera melaporkan komodo masuk rumah tersebut.

"Langkah cepat tersebut sangat membantu upaya penanganan agar dapat dilakukan secara aman, baik bagi warga maupun bagi satwa," ujarnya.

Adhi mengatakan kemunculan komodo di sekitar permukiman perlu disikapi dengan hati-hati dan tidak boleh direspons dengan tindakan yang membahayakan satwa. Komodo, tegas dia, merupakan satwa dilindungi yang harus dijaga bersama.

"Jika masyarakat menemukan satwa liar di sekitar permukiman, segera laporkan kepada petugas agar penanganannya dapat dilakukan sesuai prosedur," tandas Adhi.

Diketahui, habitat komodo tersebar di sejumlah wilayah di Flores, NTT. Salah satu habitat komodo ada di Watu Pajung, Desa Nanga Mbaur, Kecamatan Sambi Rampas atau dikenal dengan sebutan komodo Pota.

Populasi terbanyak komodo di kawasan Taman Nasional Komodo. Habitat lainnya ada Golo Mori, Kecamatan Komodo, dan Pulau Longos, Kecamatan Boleng, Manggarai Barat. Komodo juga ada di Riung, Kabupaten Ngada.




(hsa/hsa)










Hide Ads