Dua gunung di Nusa Tenggara Timur (NTT) meletus semalam, Kamis (23/4/2026). Keduanya adalah Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur dan Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata. Warga di sekitar wilayah itu diimbau untuk waspada.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Ile Lewotolok, Yohanes Kolli Sorywutun, mengungkapkan Gunung Ile Lewotolok meletus pukul 02.09 Wita dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 300 meter di atas puncak atau 1.723 meter di atas permukaan laut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal condong ke arah barat daya dan barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 6 mm dan durasi ± 42 detik," kata Yohanes dalam keterangan resmi, Kamis.
Yohanes mengatakan Gunung Ile Lewotolok saat ini berstatus Level II Waspada. Ia mengimbau warga maupun wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ile Lewotolok.
"Mewaspadai potensi ancaman bahaya guguran/longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut Gunung Ile Lewotolok," imbuhnya.
Sebelumnya, Gunung Lewotobi Laki-Laki juga meletus pada pukul 00.29 Wita. Tinggi kolom abu teramati kurang lebih 800 meter di atas puncak atau 2.384 meter di atas permukaan laut.
"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 2.9 milimeter dan durasi ± 2 menit 40 detik," kata petugas pos pengamatan gunung api Lewotobi Laki-laki, Emanuel Rofinus Bere, Kamis.
Visual Gunung Lewotobi Laki-Laki saat meletus pada pukul 00.29 Wita, Kamis (23/4/2026). (Foto: Dok. PVMBG) |
Emanuel mengatakan saat ini Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada status Level II Waspada. Ia juga mengimbau warga agar tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 4 kilometer (km) dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
"Masyarakat diharapkan tetap tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya," imbuhnya.
Emanuel berharap masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki. Terutama jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi terutama daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, Nawakote.
"Masyarakat yang terdampak hujan abu Gunung Lewotobi Laki-laki, memakai masker/penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan," pungkasnya.
(iws/iws)











































