Dikepung 5 Bencana, Flores Timur Masih Berlakukan Status Tanggap Darurat

Yurgo Purab - detikBali
Rabu, 22 Apr 2026 13:26 WIB
Bupati Flores Timur Antonius Doni Dihen membuka Lokakarya Rencana KerjaTahunan 2026 antara Catholic Relief Service (CRS) dengan Pemkab, Rabu (22/4/2026). (Foto: Yurgo Purab/detikBali)
Flores Timur -

Kabupaten Flores Timur masih berjibaku dengan lima status tanggap darurat yang hingga kini belum dicabut. Kondisi ini membuat daerah tersebut dijuluki sebagai kabupaten bencana.

Hal itu diungkapkan Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen saat membuka kegiatan lokakarya rencana kerja tahunan 2026 antara Catholic Relief Service (CRS) dengan Pemerintah Kabupaten Flores Timur.

"Flores Timur jadinya kabupaten bencana ini. Semuanya masih on belum off. Ada 5 Status tanggap darurat yakni tanggap darurat erupsi Gunung Lewotobi, banjir lahar dingin, cuaca ekstrem, bencana alam gempa bumi, orang berkelahi dan masalah sosial," ujar Bupati Anton, Rabu (22/4/2026).

Anton Doni mengatakan, masyarakat perlu waspada dan siap siaga menghadapi berbagai gejolak bencana alam.

"Kesiapsiagaan ini juga perlu," imbuhnya.

Di tengah kondisi tersebut, pemerintah juga menyiapkan pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak.

Anton mengatakan, pada 2026 akan dibangun 244 rumah di Todo, Kecamatan Titehana, Flores Timur.

"Tahun ini ada 244 rumah di calon hunian tetap (huntap) di Todo, dengan luasan 26 hektare," terangnya.

Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Flores Timur akan mengurus administrasi pengadaan tanah pada Mei dan Juni, mulai dari pengukuran titik koordinat hingga kawasan hutan.

"Setelah itu kita serahkan tanah ke pemerintah pusat untuk bangun. Tender perencanaan sampai September baru bangun 244 rumah itu," tandasnya.



Simak Video "Video: Flores Timur Tetapkan Tanggap Darurat Banjir Lahar Dingin hingga 30 Desember"

(dpw/dpw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork