Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,7 tidak hanya melanda wilayah Kecamatan Adonara Timur, tetapi juga merusak rumah warga dan fasilitas umum di Pulau Solor, Flores Timur. Dua sekolah dilaporkan rusak dan siswa terpaksa diliburkan.
Camat Solor Timur, Moh Natsir Hasan mengatakan, ada lima bangunan yang rusak, terdiri atas dua fasilitas umum dan tiga rumah warga.
"Tiga rumah termasuk rumah peninggalan Raja Lamakera di Desa Watobuku juga rusak parah. Dapur pondok pesantren Desa Menanga terbelah dan gedung sekolah MAN 2 Flores Timur, plafon bangunan rusak berat," kata Natsir saat dikonfirmasi detikBali, Kamis siang (9/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, siswa kelas 7, 8, dan 9 MTsN 1 Flores Timur diliburkan untuk sementara waktu akibat kerusakan bangunan sekolah.
"Sekolah diliburkan sementara. (Dinding) sekolah retak," kata Wakamad Kesiswaan MTsN 1 Flores Timur Badarudin Abdurahman kepada detikBali, Kamis (9/4/2026).
Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen mengatakan akan menggunakan dana darurat untuk menangani dampak gempa bumi tersebut. Namun, ia enggan membeberkan nominal dana yang dimaksud.
"Bencananya serius. Jadi mungkin diliburkan (sekolah)," ujarnya singkat.
Untuk diketahui, ratusan rumah rusak akibat gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Flores Timur sejak Rabu malam hingga Kamis pagi (9/4/2026).