detikBali

Dinkes Pastikan Stok Vaksin Rabies di Lombok Timur Aman

Terpopuler Koleksi Pilihan

Dinkes Pastikan Stok Vaksin Rabies di Lombok Timur Aman


Sanusi Ardi - detikBali

Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Lombok Timur, NTB, Kamis (16/4/2026).
Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Lombok Timur, NTB, Kamis (16/4/2026). (Foto: Sanusi Ardi/detikBali)
Lombok Timur -

Dinas Kesehatan (Dinkes) Lombok Timur memastikan ketersediaan vaksin antirabies dalam kondisi aman meski kasus gigitan hewan liar masih terjadi sepanjang 2026.

Sejak awal tahun tercatat 53 kasus gigitan hewan liar di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Lombok Timur, Syahid Romdlan membeberkan, pada tahun 2025 terdapat 159 kasus gigitan hewan liar. Sementara pada tahun 2026, sejak Januari hingga Maret tercatat 52 kasus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tahun 2025 ada 159 kasus gigitan, beda antara gigitan dengan kasus rabies. Sementara pada 2026 dari Januari sampai bulan Maret itu ada 52 kasus gigitan. Bertambah kasus terbaru kemarin ada satu, tetapi untuk April ini belum kami rekap biasanya di akhir bulan baru kami rekap sehingga totalnya ada 53," beber Syahid, Kamis (16/4/2026).

ADVERTISEMENT

Ia memastikan dari seluruh kasus tersebut belum ditemukan indikasi rabies. Namun, setiap korban gigitan tetap diberikan vaksin sesuai prosedur.

"Kalau kasus rabies masih nol. Tetapi misalnya jika ada kasus gigitan sesuai dengan prosedur tetap kami berikan vaksin rabies terutama jika yang menggigit itu hewan-hewan yang berpotensi rabies seperti anjing, kera, dan kucing," kata Syahid.

Terkait kasus gigitan anjing liar yang menewaskan seorang bocah pada Senin (13/4/2026), pihaknya belum dapat memastikan adanya indikasi rabies karena anjing tersebut menghilang.

"Kalau itu masih belum kami pastikan, karena anjingnya menghilang," ucap Syahid.

Ketua Tim Kerja Pengelolaan Kefarmasian Dinkes Lombok Timur, Normala Candra, memastikan pasokan vaksin rabies di wilayah tersebut dalam kondisi cukup.

"Stoknya cukup dan memadai. Kami sudah distribusikan ke puskesmas sebagai buffer," imbuh Normala.




(dpw/dpw)










Hide Ads