detikBali

Realisasi Retribusi Rendah, DLH Mataram Dilema Naikkan Tarif Sampah

Terpopuler Koleksi Pilihan

Realisasi Retribusi Rendah, DLH Mataram Dilema Naikkan Tarif Sampah


Nathea Citra - detikBali

Kepala DLH Mataram, Nizar Denny Cahyadi, saat ditemui di Mataram, Jumat (11/4/2025). (Nathea Citra/detikBali)
Kepala DLH Mataram, Nizar Denny Cahyadi. (Foto: Nathea Citra/detikBali)
Mataram -

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mataram dilema menaikkan tarif layanan pengangkutan sampah. Musababnya, realisasi retribusi sampah hingga Maret 2026 masih rendah yakni 11 persen atau sekitar Rp 1,4 miliar dari target Rp 12,5 miliar sepanjang tahun ini.

"Memang masih jauh dari target yang sudah ditetapkan. Target kami Rp 12,5 miliar," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mataram, Nizar Denny Cahyadi, saat dikonfirmasi, Kamis (9/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nizar mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram memilih menunda kenaikan tarif sampah tahun ini. Ia mengakui target realisasi retribusi dari pengangkutan sampah akan sulit tercapai.

"Kalau kami naikkan tarif, ya jelas terlampaui target itu. Tapi kalau dengan tarif lama, ya belum bisa," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Nizar tak menampik menghadapi dilema dengan rendahnya capaian retribusi sampah. Adapun, tarif layanan pengangkutan sampah dari Pemkot Mataram saat ini Rp 5.000. Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2024, tarif pengangkutan sampah itu seharusnya naik menjadi Rp 10 ribu.

"Dilema kalau kami naikkan tarif dari Rp 5.000 ke Rp 10 ribu sesuai Perda, pasti masyarakat akan bereaksi. Sama halnya seperti retribusi parkir, dilema juga. Mau dinaikkan, tapi ekonomi masyarakat belum stabil," tandas Nizar.

Diketahui, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Mataram per Maret 2026 sudah berada di angka Rp 130 miliar atau setara 19,91 persen dari target Rp 656 miliar. Pemkot Mataram optimis PAD tahun ini bisa mencapai target melalui beberapa OPD hingga akhir tahun 2026.

"Dari (target) Rp 656 miliar, baru terealisasi Rp 130 miliar lebih atau setara 19,91 persen per bulan Maret 2026," kata Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram, Muhamad Ramayoga, Rabu (8/4).

Yoga merinci realisasi pajak daerah berada di angka Rp 72 miliar, dari target Rp 311 miliar, atau setara 23,2 persen. Kemudian, realisasi retribusi baru tercapai Rp 56 miliar dari target Rp 326 miliar atau setara 17,3 persen.

"(Persentase di triwulan satu ini) sudah mencapai target. Targetnya kan sekitar 20 persen, ini kan sudah 19,91 persen," jelasnya.




(iws/iws)











Hide Ads