detikBali

Hindari Macet! Cek Rute dan Rekayasa Lalu Lintas Saat Lebaran Topat

Terpopuler Koleksi Pilihan

Hindari Macet! Cek Rute dan Rekayasa Lalu Lintas Saat Lebaran Topat


Nathea Citra - detikBali

Warga saat berburu Ketupat Agung pada tradisi Lebaran Topat di Taman Loang Baloq, Sekarbela, Kota Mataram, Senin (7/4/2025).
Warga saat berburu Ketupat Agung pada tradisi Lebaran Topat di Taman Loang Baloq, Sekarbela, Kota Mataram, Senin (7/4/2025). (Foto: Nathea Citra/detikBali)
Mataram -

Jelang Lebaran Topat, Sabtu (28/3/2026), sejumlah ruas jalan akan ditutup dan dialihkan. Untuk menghindari macet, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram dan Polresta Mataram mengimbau warga Mataram dan sekitar untuk menggunakan jalan alternatif.

Adapun beberapa jalan utama di sekitar titik lokasi Lebaran Topat, yakni Makam Bintaro, Ampenan dan Taman Loang Baloq, Sekarbela akan ditutup. Untuk kawasan Sekarbela, area Bundaran Tugu Metro menuju Jalan Lingkar Selatan hingga lokasi Lebaran Topat di Loang Baloq akan ditutup total.

Arus lalu lintas dialihkan ke Jalan Gajah Mada menuju Jalan Pagesangan, Mataram. Sementara itu, arus lalu lintas di simpang tiga Batu Ringgit, Sekarbela akan dialihkan ke Jalan Panji Tilar menuju Jalan Majapahit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk kawasan Bintaro, Ampenan, penyekatan akan dilakukan di simpang lima Ampenan, simpang tiga Pasar Kebon Roek, dan simpang tiga Ireng.

"Arus lalu lintas tidak boleh melewati Jalan Saleh Sungkar mulai dari pukul 15.00 sampai 17.00 Wita, kecuali masyarakat yang berdomisili di Senggigi," kata Kasatlantas Polresta Mataram AKP Muhammad Puteh Rinaldi, Jumat (27/3/2026).

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, Kepala Bidang Pengendalian dan Operasi Dishub Mataram, Arif Rahman menegaskan, selain pengalihan arus lalu lintas selama Lebaran Topat, angkutan barang pick up dengan muatan orang dipastikan tak boleh memasuki Kota Mataram.

"Kendaraan angkutan barang ya, pick up yang digunakan untuk mengangkut orang tidak akan diberikan akses untuk masuk Mataram. Di semua titik tidak akan bisa masuk. Begitupun dengan odong-odong yang membawa penumpang, tidak diperkenankan untuk masuk Mataram," tegas Arif, Jumat.

Pada perayaan Lebaran Topat kali ini, Dishub Mataram akan mengerahkan puluhan petugas untuk mengamankan titik-titik pengalihan arus.

"Ada 40 personil dari bidang Dalops Dishub Mataram. Mereka bertugas dari jam 06.00 sampai pukul 20.00 Wita. Mereka tersebar di sejumlah titik," katanya.

Diketahui, Pemkot Mataram bakal memusatkan Lebaran Topat di dua titik, yakni di Taman Loang Baloq dan Makam Bintaro. Kegiatan ini bakal dilaksanakan pada hari ketujuh bulan Syawal atau seminggu setelah Idulfitri.

Sebagai informasi, pada perayaan Lebaran Topat akan diawali iringan lagu tradisional Sasak hingga tarian khas Lombok, serta shalawat nabi. Puncak perayaan Lebaran Topat biasa disebut dengan 'Ketupat Agung' atau yang biasa dikenal dengan tradisi memperebutkan ketupat raksasa.

Seluruh masyarakat yang hadir di perayaan akan berlomba-lomba mendapatkan ketupat berbagai ukuran, mulai dari ketupat ukuran kecil hingga ketupat ukuran jumbo. Ketupat hasil rebutan warga di perayaan Lebaran Topat itu akan dimakan secara beramai-ramai atau dikenal dengan istilah 'begibung'. Ketupat itu akan disantap masyarakat bersama menu khas Lombok, antara lain opor ayam, opor telur, ayam pelalah, sate bulayak hingga sayur urap.



(mud/mud)









Hide Ads