detikBali

Viral Kurma MBG Berulat di SMP Mataram, Disdik Buka Suara

Terpopuler Koleksi Pilihan

Viral Kurma MBG Berulat di SMP Mataram, Disdik Buka Suara


Nathe - detikBali

Ulat berukuran kecil muncul dari kurma yang merupakan Menu MBG di salah satu SMP di Mataram, NTB.
Ulat berukuran kecil muncul dari kurma yang merupakan Menu MBG di salah satu SMP di Mataram, NTB. (Foto: dok. Istimewa)
Mataram -

Video potongan kurma berulat dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Mataram viral di media sosial (medsos). Dalam rekaman yang beredar, terlihat ulat dalam jumlah banyak keluar dari daging kurma yang sudah dibelah.

Video berdurasi 24 detik yang dilihat detikBali memperlihatkan beberapa biji kurma dibelah dipenuhi ulat kecil. Rekaman itu langsung memicu reaksi warganet.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram, Yusuf, mengaku belum menerima laporan resmi terkait temuan kurma berulat tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak ada laporan ke saya, soal kurma yang ada ulatnya," kata Yusuf saat dikonfirmasi, Kamis (26/2/2026).

ADVERTISEMENT

Ia menyebut hingga saat ini belum ada laporan spesifik terkait menu MBG dalam kondisi berulat. "Tidak ada laporan, hanya saja ada satu dan dua laporan yang masuk. Saya telepon baru dia (kepsek) respons," ujarnya.

Yusuf berharap pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang kedapatan memiliki menu tidak sesuai standar gizi segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan serta BPOM.

"Kami berharap SPPG berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait, seperti Dinas Kesehatan, serta BPOM. Itu kan yang memiliki tugas tentang kesehatan makanan. Kalau Dinas Pendidikan hanya menyediakan siswa dan sekolah sebagai tempat penyaluran MBG. Kita berharap kepala sekolah segera menyampaikan laporan (temuan) ke Disdik Mataram," tegasnya.

Ia mengimbau masyarakat segera melaporkan jika menemukan menu MBG yang tidak sesuai standar gizi.

"Ya tidak apa-apa, lapor ke kita, nanti kita yang bersurat ke SPPG-nya. Bila perlu SPPG yang berulang kali berbuat kesalahan, ya ditutup saja," katanya.

Laporan Puding Basi

Yusuf menambahkan, dari laporan yang masuk ke Disdik Mataram, salah satunya terkait menu MBG berupa puding basi di salah satu SD di Cakranegara.

"Itu sudah dilaporkan ke Ombudsman, termasuk mal administrasi. Nanti kita tunggu putusan dari Ombudsman saja. Karena Dinas Pendidikan hanya sebagai penerima manfaat," jelas Yusuf.

Sementara itu, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram, Nyayu Ernawati, meminta dapur MBG di Mataram serius memperhatikan kebutuhan gizi anak-anak, terutama saat bulan puasa.

"Seharusnya dapur MBG dalam menyediakan makanan buat anak-anak kita harus benar-benar memperhatikan kebutuhan gizi, seperti apa yang menjadi dasar dibuatnya program MBG ini. Perhatikan dan perlakukan anak-anak kita seperti mereka itu anak kandung kita, kalau anak kita yang dikasih makanan seperti (berulat) gimana," katanya.

"Makanan harus benar-benar bergizi, bukan makanan basi, dan sebagainya. Ini kan membuat kita miris. Dan ini sudah sering kali terjadi," sambungnya.

Nyayu menegaskan, SPPG yang tidak menjalankan aturan dengan benar sebaiknya ditutup.

"SPPG yang tidak menjalankan aturan, sebaiknya ditutup. Seharusnya ditutup, demi anak-anak kita, demi kesehatan anak-anak kita. Kan jelas, niatnya pemerintah itu untuk memberikan anak kita makanan bergizi. Bukan makanan basi, bukan makanan beracun," tandasnya.




(dpw/dpw)










Hide Ads