Ada sederet berita terpopuler di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) selama sepekan terakhir. Dari Bima, NTB, seorang balita tewas di tangan ayah kandungnya sendiri.
Anak berusia lima tahun itu dicekik hingga menemui ajal oleh ayahnya yang punya riwayat gangguan jiwa. Mirisnya, mayat korban lantas disembunyikan di lemari.
Kemudian, ada serangan penyakit darah pisang di Flores Timur, NTT. Penyakit akibat bakteri itu membuat petani-petani pisang menjerit.
Di Ngada, tragedi memilukan siswa SD bunuh diri lantaran tak bisa membeli buku dan pulpen mendapat sorotan banyak pihak.
Berikutnya, dua siswi SD di Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, enggan sekolah sekitar satu bulan diduga karena rencana pernikahannya dibatalkan.
Berikut rangkuman berita terpopuler selama sepekan terakhir dalam rubrik Nusra Sepekan di detikBali.
Balita Tewas Dicekik Ayah Kandung
Seorang pria inisial AH (29), warga Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), tega mencekik anaknya sendiri yang baru berusia lima tahun hingga tewas. Mayat korban bernama Muhaimin itu sempat disembunyikan di dalam lemari oleh pelaku.
Tindakan keji AH terjadi pada Jumat (6/2/2026) sore di rumah mereka di Desa Mbawi, Kecamatan Dompu. Diketahui, AH punya riwayat sebagai orang dengan gangguan jiwa.
"Pelaku adalah ayah kandung korban, yang disebut memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan pernah menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa pada tahun 2019," ungkap Kasi Humas Polres Dompu, Iptu I Nyoman Suardika, dalam keterangannya kepada detikBali Sabtu (7/2/2026).
Suardika mengatakan sebelum kejadian korban sempat ikut bersama dengan ibunya dalam sebuah acara pernikahan. Sepulang dari acara itu, korban tak lagi terlihat oleh ibunya.
Tak berselang lama, pelaku AH secara tiba-tiba menghampiri istrinya (ibu korban) dan memberitahukan bahwa korban sudah tidak ada (meninggal) karena dicekik olehnya. Mendengar hal itu, ibu korban kemudian panik dan histeris lalu mencari keberadaan korban.
"Pelaku mengakui telah membunuh korban dengan cara dicekik dan sempat menyimpan korban di dalam lemari kamar," tutur Suardika.
Akibat perbuatannya itu, pelaku sempat dihakimi oleh warga yang tersulut emosi. Polisi sempat kewalahan untuk mengevakuasi pelaku dari amukan massa sebelum akhirnya pelaku berhasil dievakuasi pada Jumat malam tepatnya sekitar pukul 23.30 Wita dan dibawa ke Mapolres Dompu.
Simak Video "Video Top 5: iPhone 18 Pro Resmi Rilis hingga Kasus Bunuh Diri Naik Tiap Tahun"
(hsa/hsa)