Siswa Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA: Program Layak Anak Harus Dijalankan Serius

Matius Alfons Hutajulu - detikBali
Kamis, 05 Feb 2026 09:57 WIB
Foto: Menteri PPPA Arifah Fauzi. (Dok. Kementerian PPPA)
Jakarta -

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, meminta agar program Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) dijalankan serius. Hal ini merespons siswa sekolah dasar (SD) di Ngada yang bunuh diri akibat tak dibelikan buku dan pulpen.

"Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa penguatan sistem perlindungan anak melalui implementasi Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) harus berjalan konsisten hingga tingkat keluarga dan komunitas," Arifah dalam keterangan tertulis, Kamis (5/2/2026).

Arifah mengatakan program KLA tak boleh sekadar regulasi dan harus memberi manfaat yang nyata untuk anak.

"Negara tidak boleh absen dalam memastikan setiap anak memperoleh perlindungan, pendidikan, dan ruang aman untuk tumbuh dan berkembang. Pemerintah pusat dan daerah harus memastikan kebijakan KLA tidak berhenti pada regulasi, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh anak," ujar Arifah.

Arifah mengingatkan melindungi anak bukan hanya tanggung jawab negara. Dia mengajak keluarga, pihak sekolah, dan masyarakat memperkuat perlindungan anak.

"Setiap anak adalah amanah. Perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab negara, tetapi juga keluarga, sekolah, dan masyarakat. Kita harus hadir bersama menciptakan lingkungan yang aman dan suportif bagi anak," ucap Arifah.



Simak Video "Video KPAI Nilai Perlu Regulasi Seperti Perpres untuk Setop Perkawinan Anak"


(dpw/dpw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork