Siswa SD Gantung Diri di Ngada, Gubernur NTT Akui Kegagalan Pemerintah

Simon Selly - detikBali
Rabu, 04 Feb 2026 14:40 WIB
Gubernur NTT Melki Laka Lena. (Foto: Simon Selly/detikBali)
Kupang -

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena merespons kasus YBS (10), siswa kelas IV sekolah dasar di Kabupaten Ngada, NTT, yang ditemukan tewas gantung diri pada Kamis (29/1/2026) siang.

Menurut Laka Lena, peristiwa tersebut merupakan kegagalan pemerintah dalam melakukan deteksi dan pencegahan dini terhadap persoalan sosial yang dialami korban.

"Sebagai Gubernur NTT saya turut berduka cita yang mendalam dengan kejadian di Jeri Bu'u adik kita harus meninggal, karena sistem yang ada di pemerintah provinsi, Kabupaten Ngada sampai tingkat bawah, untuk bersama perangkat sistem yang lain. Kami gagal untuk mendeteksi dan solusi untuk anak tersebut. Apapun kisahnya ini adalah tamparan keras bagi kemanusiaan kita," ujar Gubernur Laka Lena, Rabu (4/2/2026).

Pria yang kerap disapa Melki Laka Lena itu menilai kejadian tersebut menjadi tamparan keras bagi pemerintah agar lebih serius mencegah peristiwa serupa.

"Tamparan keras bagi semua yang kita kerjakan bahwa ternyata kita masih belum berhasil untuk menjaga agar tidak ada nyawa yang meninggal sia-sia karena kondisi seperti ini," tambah Melki.

Sebagai gubernur, Melki menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut dan berharap peristiwa ini menjadi pelajaran agar tidak terulang.

"Saya mengucapkan belasungkawa bagi keluarga, kita doakan agar anak tercinta kita ini bisa diterima di sisi Tuhan dan benar-benar menjadi pelajaran berharga bagi kita semua agar tidak terjadi lagi di kemudian hari," ujarnya.

Politikus Golkar itu menegaskan akan membahas persoalan ini bersama para bupati dan wali kota di NTT.

"Kami akan membicarakan semua ini dengan semua pihak, agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi di seluruh NTT," tegasnya.

Ia juga menyayangkan peristiwa yang dialami YBS dan menyebut kejadian tersebut sebagai pukulan keras bagi kemanusiaan.

"Kejadian ini memukul kemanusiaan kita betul-betul, bahwa ada warga negara Indonesia di Ngada, NTT yang meninggal dengan alasan yang menyedihkan seperti ini," tambahnya.

Melki mengatakan pemerintah akan mencari solusi agar situasi serupa tidak terjadi di kemudian hari.

"Ke depan kami akan membuat sebuah cara untuk situasi kayak seperti ini, bisa direspons secara cepat dan harus dibantu cepat untuk bisa membantu agar tidak ada lagi anak-anak dari keluarga miskin yang harus jadi kayak begini," ucapnya.

Simak Video "Video: Penjelasan BNPB soal Pengungsi Gempa NTT Bertambah Sampai 16.394 Orang"


(dpw/dpw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork