Bulog di Daerah Diwajibkan Beli Gabah Petani

Ahmad Viqi - detikBali
Jumat, 30 Jan 2026 23:30 WIB
Panen raya perdana di Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, Jumat (30/1/2026). (Foto: Ahmad Viqi/detikBali)
Lombok Utara -

Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog), Ahmad Rizal Ramdhani, mewajibkan jajaran Bulog di daerah untuk menyerap gabah petani. Hal itu dilakukan untuk menambah nilai tukar petani.

"Jajaran Bulog dari Sabang sampai Merauke sudah kami instruksikan, wajib menyerap gabah petani dalam kondisi any quality," ujar Rizal di Lombok Utara, Jumat (30/1/2026).

Rizal menekankan gabah yang diserap oleh masing-masing Bulog di daerah adalah gabah kering yang siap panen. Menurutnya, kualitas olahan tidak akan maksimal jika gabah yang diproses belum kering.

"Jangan nanti gabah hijau belum siap panen udah dipanen. Jadi mohon maaf, nanti hasil olahan gabahnya tidak bagus, biasanya akan pecah saat digiling," imbuhnya.

Selain gabah, Rizal berujar, Bulog di masing-masing daerah juga diwajibkan untuk menyerap jagung dari petani. Produksi jagung secara nasional ditargetkan bisa tembus 1 juta ton pada 2026.

"Bulog wajib menyerap jagung petani 1 juta ton seperti tahun lalu," imbuh mantan Danrem 162 Wira Bhakti NTB itu.



Simak Video "Video: Pelajar di Lombok Ditemukan Tewas Usai Terseret Air Bah "


(iws/iws)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork