detikBali

Parkiran Meluber hingga ke Jalan, RSUD Praya Ajukan Tambahan Lahan 1,7 Hektare

Terpopuler Koleksi Pilihan

Parkiran Meluber hingga ke Jalan, RSUD Praya Ajukan Tambahan Lahan 1,7 Hektare


Edi Suryansyah - detikBali

Tampak ramai dan berjejal kendaraan yang didominasi oleh roda empat di halaman parkir RSUD Praya, Lombok Tengah, Selasa (27/1/2026). Foto: (Edi Suryansyah/detikBali)
Foto: Tampak ramai dan berjejal kendaraan yang didominasi oleh roda empat di halaman parkir RSUD Praya, Lombok Tengah, Selasa (27/1/2026). Foto: (Edi Suryansyah/detikBali)
Lombok Tengah -

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), membutuhkan tambahan lahan seluas 1,7 hektare untuk area parkir. Kebutuhan itu muncul seiring semakin padatnya kendaraan di lingkungan rumah sakit.

Pantauan detikBali sekitar pukul 10.00 Wita di RSUD Praya. Tampak kendaraan para pengunjung memadati area parkir hingga meluber ke luar kompleks rumah sakit. Sejumlah kendaraan bahkan terpaksa parkir di badan jalan perumahan di sisi timur RSUD karena tidak lagi mendapat ruang parkir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur RSUD Praya, Mamang Bagiansyah, mengataka pihaknya tengah melakukan kajian untuk penyusunan dokumen perencanaan terkait rencana perluasan area parkir. Total tambahan lahan yang dibutuhkan mencapai sekitar 1,7 hektare.

"Proses yang sudah lama kami tunggu, yaitu menambah lahan pada 2026 ini. Dan alhamdulillah sekarang sudah ada titik terang kami baru saja membuat dokumen perencanaan yang kami kemudian serahkan ke Dinas Perkim," katanya kepada detikBali, Selasa (27/1/2026).

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan luas area parkir yang tersedia saat ini sebanyak 3,5 hektare. Dengan jumlah tersebut, pihaknya melihat masih kekurangan banyak karena masih banyak pengunjung yang tak kebagian tempat parkir.

"Rencananya akan bertambah ke timur akan bertambah ke barat mudah-mudahan permintaan kami bisa 1,7 hektare," ujarnya.

Mamang juga telah membuka opsi penambahan lahan di area bangunan eks Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD Praya yang berada di sebelah barat. Hanya saja, ia harus merasionalisasikan usulan itu dengan melihat kondisi fiskal daerah.

"Tapi tergantung anggarannya termasuk sisa bekas UTD yang di sebelah kawasan yang terintegrasi. Tapi tergantung dari hasil appraisal (penilaian) dari pihak perencana," ungkapnya.

Menurutnya, kondisi ini tentu menjadi tantangan serius bagi jajarannya untuk lebih meningkatkan kinerja agar bisa mandiri secara fiskal melalui badan layanan umum daerah (BLUD) dan tidak bergantung pada APBD.

"Dan saya ingin jajaran BLUD RSUD Praya semakin ke sana semakin mandiri tidak perlu selalu bergantung pada APBD. Maka kami minta doa, untuk bisa memperjuangkan itu," tegasnya.

Menurut Mamang, minimnya anggaran menjadi alasan utama rencana perluasan lahan parkir belum terealisasi selama ini. Kondisi fiskal daerah yang terbatas turut memengaruhi proses pengadaan lahan.

"(Tantangan) ya mungkin anggaran, bapak ibu tau kondisi fiskal daerah kita saat ini terseok-seok," imbuhnya.

Ia melihat, kondisi parkiran RSUD Praya mendesak untuk segera diperluas. Mamang menyebut pihaknya sejak lama telah mencari solusi agar kendaraan tak membeludak, tapi seiring dengan ramainya kunjungan sehingga tetap crowded.

"Dengan segala daya upaya yang sudah kami lakukan, dengan membatasi kendaraan umum, membuat stiker supaya tidak bebas masuk ke lahan parkir RS. Solusinya ya itu dulu, menggunakan kantong-kantong lahan parkir sekitar RSUD milik warga," pungkasnya.



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads
LIVE