Lombok Utara

Tragis, Anak Temukan Ibunya Gantung Diri di Rumah Kosong

Abdurrasyid Efendi - detikBali
Sabtu, 24 Jan 2026 15:43 WIB
Foto: Polisi mendatangi lokasi seorang IRT di Lombok Utara, NTB mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, Sabtu (24/1/2026). (Dok. Polres Lombok Utara)
Lombok Utara -

DISCLAIMER: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial M (40) ditemukan tewas gantung diri di sebuah rumah di Dusun Lokok Setangi, Desa Pendua, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (24/1/2026).

Kapolsek Kayangan, Iptu Zainudin, mengatakan korban diketahui sebelumnya mengalami depresi dan sudah melakukan percobaan bunuh diri.

"Dari keterangan pihak keluarga, diketahui bahwa korban sebelumnya mengalami depresi dan telah dua kali melakukan percobaan bunuh diri, tapi sempat digagalkan oleh pihak keluarga," kata Zainudin, Sabtu.

Korban pertama kali ditemukan oleh anaknya bernama Ginanjar yang sedang mencarinya karena tidak ada di rumah. Sebelumnya, korban terlihat masih menyapu halaman rumah.

"Sekitar 10 menit kemudian, saksi mencari korban dan menemukannya di rumah orang tuanya yang sedang tidak dihuni dan masih tahap renovasi dalam keadaan tergantung di kayu plafon," ungkapnya.

Korban ditemukan tergantung menggunakan tali nilon warna merah. Korban berusaha diturunkan, tapi Ginanjar tidak mampu sendirian. Akhirnya meminta bantuan tetangganya.

"Kemudian bersama-sama memotong tali menggunakan gergaji untuk menurunkan korban," terang Zainudin.

Keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. "Pihak keluarga menyatakan menolak dilakukan visum luar dan membuat surat pernyataan penolakan pemeriksaan," tandasnya.



Simak Video "Video Gen Alpha Disebut Lebih Rentan Depresi, Kenapa?"

(hsa/hsa)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork