Warga di Lombok Barat beramai-ramai menjual jamur tengkong. Mereka menjajakan jamur liar yang tumbuh saat musim hujan itu di sepanjang jalan Kecamatan Gerung, Lembar, hingga Sekotong.
Tengkong manuk adalah sebutan untuk jamur ayam bagi orang Lombok. Jamur ini biasanya tumbuh di kawasan hutan, perkebunan, hingga persawahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Siti, salah satu penjual jamur tengkong, mengaku mulai berburu jamur di hutan saat pagi-pagi buta. Ia rela mengelilingi hutan Sekotong sejauh sekitar lima kilometer demi mendapatkan jamur untuk kemudian dijual.
"Jam 03.00 Wita sudah keluar cari jamur sampai pagi, baru kita jualan," tutur Siti yang menjajakan jamur tengkong di Jalan Pelepoh Lembar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (18/1/2026).
Siti menjual jamur tengkong dengan harga Rp 5.000 untuk ukuran kecil. Sementara tudung jamur dengan ukuran sebesar telapak tangan orang dewasa dijual dengan harga dari Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu.
"Alhamdulillah ada saja yang beli karena nggak setiap saat orang bisa makan jamur tengkong, ada musimnya," imbuh perempuan asal Sekotong tersebut.
Penjual lainnya, Murhati, menuturkan jamur liar ini selalu diminati pembeli. Menurutnya, tekstur jamur yang kenyal dan rasa sedikit manis membuatnya cocok dipadukan dengan berbagai olahan makanan.
Meski menjajakan jamur di lokasi yang jauh dari perkotaan, Murhati tidak takut akan sepi pembeli. Pengendara yang berlalu lalang kerap berhenti sejenak untuk membeli jamur jualannya.
"Pembeli ada yang dari Mataram, Narmada, Lombok Tengah, pokoknya macam-macam. Yang sekadar lewat juga ada," tutur Murhati.
(iws/iws)










































