Penutupan total pelayaran kapal wisata di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), diperpanjang hingga 6 Januari 2026. Larangan berlayar bagi kapal wisata ini dilakukan berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang.
"Saat ini pemberitahuan resmi sudah dirilis dari BMKG ke KSOP (Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan). Itu yang menjadi pertimbangan KSOP dalam menentukan penutupan atau pembukaan pelayaran," kata Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo Stephanus Risdiyanto, Sabtu (3/1/2026).
"Penutupan juga sudah didiskusikan dengan instansi terkait sebelumnya," imbuhnya.
KSOP Kelas III Labuan Bajo telah menerbitkan pemberitahuan kepada nakhoda kapal atau Notice to Marineers (NtM) terkait penutupan pelayaran kapal wisata itu. NtM itu ditandatangani Stephanus pada 2 Januari 2026.
Stephanus menegaskan penutupan pelayaran kapal wisata itu bisa saja kembali diperpanjang setelah 6 Januari jika kondisi cuaca belum membaik. Sebaliknya, pemberian izin berlayar kapal wisata bisa dipercepat sebelum tanggal 6 itu jika cuaca sudah membaik.
Simak Video "Video Basarnas: Total Korban Meninggal Gempa NTT Jadi 51 Orang"
(iws/iws)