Depresi Penyakit Tak Kunjung Sembuh, Petani di Sembalun Gantung Diri

Ahmad Viqi - detikBali
Kamis, 18 Agu 2022 19:10 WIB
TKP petani gantung diri di Sembalun, Lombok Timur, NTB, Kamis (18/8/2022).
TKP petani gantung diri di Sembalun, Lombok Timur, NTB, Kamis (18/8/2022). Foto: ist
Lombok Timur -

Disclaimer: Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapapun melakukan tindakan serupa.

Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan

Seorang petani berinisial AHW (48) asal Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, NTB, ditemukan tewas tergantung di dalam rumahnya pada Kamis (18/8/2022) sekitar pukul 10.48 Wita.

Korban pertama kali ditemukan tewas oleh istrinya Inaq Humam Wahid (48) dalam keadaan tergantung menggunakan tali sekitar 2 meter di dalam rumah korban.

Kapolsek Sembalun Iptu Lalu Panca Warsa mengatakan korban diduga bunuh diri karena mengalami depresi.



"Saat itu istri korban keluar rumah mencari bahan-bahan masakan dan sekaligus untuk menyiapkan sarapan untuk korban ke sawah. Pas pulang dari sawah korban ditemukan tergantung di dalam rumahnya," kata Panca, saat dikonfirmasi detikBali, Kamis (18/8/2022).

Menurut keterangan istri korban, korban ternyata mengidap penyakit asam lambung dan asam urat sejak bulan Mei 2022 lalu. Penyakit tersebut tak kunjung sembuh walau kerap berobat ke rumah sakit di Lombok Timur. Korban pun diduga mengakhiri hidupnya karena depresi.

"Posisi korban itu tergantung di ruangan dengan seutas tali yang sudah tergantung. Tali yang sepanjang sekitar 1 meter dengan ketinggian antara leher dengan lantai sekitar 1 meter," kata Panca.

Saat ditemukan, kedua kaki korban masih menyentuh lantai dan tubuh korban masih menggunakan selimut. Selimut itu biasa dipakai korban sehari-hari saat mengidap penyakit.

"Istri korban sempat berteriak. Histeris membuat tetangga korban datang. Saat itu pula jenazah korban dilarikan ke Puskesmas Sembalun," katanya.

Namun, nyawa korban tidak tertolong. Pihak puskesmas Sembalun menyatakan korban sudah meninggal dunia sebelum tiba di Puskesmas.

"Korban ini kan sudah sakit-sakitan dan tidak bisa bekerja di sawahnya. Sehari-hari kebanyakan istirahat di dalam rumah," kata Panca.

Setelah melakukan pemeriksaan TKP, pihak kepolisian langsung melakukan visum et repertum dengan memeriksa jenazah korban.

"Tapi pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi karena menganggap ini sebagai musibah dan bukan karena kejahatan," pungkas Panca.




Simak Video "Berjoget Ria Bersama Warga di Air Terjun Mangku Sakti Sembalun Lombok Timur"
[Gambas:Video 20detik]
(nor/nor)