ABG Diperkosa 9 Pemuda di Bima, Polisi Buru Pelaku

Faruk Nickyrawi - detikBali
Kamis, 04 Agu 2022 12:29 WIB
searing perempuan korban perkosaan
Ilustrasi pemerkosaan remaja di Bima. Foto: Edi Wahyono
Bima -

Remaja 15 tahun di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) diperkosa sembilan pemuda. Polisi saat ini tengah mengejar pelaku pemerkosaan tersebut.

Kasatreskrim Polres Bima, Iptu Masdidi mengatakan, kasus pemerkosaan terhadap siswi tersebut terjadi pada Sabtu (30/7/2022) malam, di sebuah rumah kosong, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima.

Awalnya, korban dibawa oleh terduga pelaku AL jalan-jalan usai menonton MTQ. Setelah tiba di TKP, korban diperkosa secara bergiliran oleh AL, YA, dan DY, serta enam orang lainnya yang tidak dikenal korban.


Kasus ini terbongkar setelah korban bersama orang tuanya melaporkan ke Polsek Monta pada Selasa (2/8/2022). PolresBima telah mengantongi identitas tiga dari sembilan pelaku dan saat ini tengah memburu keberadaan mereka.

"Pelakunya ada sembilan orang yang dilaporkan, baru tiga orang yang sudah kami kantongi identitasnya," ungkap Masdidi pada detikBali, Kamis (4/8/2022).

Dikatakannya, ketiga orang terduga pelaku tersebut, yakni AL (18), YA, dan DY, merupakan orang yang dikenal korban. Sementara enam orang lainnya tidak dikenal. Saat ini, kesembilan terduga pelaku masih diburu dan dicari keberadaannya.

"Kami fokuskan dulu pada tiga orang yang sudah kami tahu identitasnya karena dikenal oleh korban. Yang lain menyusul setelah tiga orang ini kami tangkap," tutur Masdidi.

Keluarga Blokade Jalan

Puluhan warga bersama anggota keluarga korban melakukan aksi blokir jalan raya di Desa Sie, Kecamatan Monta, pada Rabu (3/8/2022) sekitar pukul 12.30 Wita. Warga menuntut polisi untuk segera menangkap para terduga pelaku pemerkosaan terhadap siswi yang dilakukan secara bergilir.

"Aksi blokir jalan tersebut dilakukan oleh ayah kandung korban SA (36) bersama keluarga lainnya. Mereka menuntut agar para pelaku ditangkap," ujar Masdidi.

Masdidi mengatakan, aksi blokir jalan yang berlangsung lebih dari lima jam itu, sempat membuat lalu lintas di Kecamatan Monta macet total. Namun kembali normal usai aparat gabungan dari Polsek Monta dan Polres Bima menemui massa aksi sekitar pukul 16.45 Wita.

Di hadapan massa aksi, aparat yang hadir, yakni Kasat Sabhara, Kasat Intelkam, Kasi Propam Polres Bima, dan Kapolsek Monta meminta keluarga agar memberikan kesempatan kepada polisi untuk menyelidiki kasus tersebut.

"Berikan kesempatan kepada APH untuk mencari dan menangkap pelaku. Kasus ini telah ditangani secara hukum, sehingga tidak perlu melakukan tindakan main hakim sendiri dengan memblokir jalan," tuturnya.

Masdidi menegaskan, warga tidak perlu khawatir terhadap kasus tersebut karena telah menjadi atensi pihaknya untuk dituntaskan. "Beri kepercayaan kepada kami untuk menangani kasus ini, kami atensi khusus kasus ini," tegasnya.



Simak Video "Ajang Olimpiade Tertua dan Terbesar! Inilah Antusiasme Peserta IOI ke-34 di Yogyakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(irb/mud)