Cerita Perempuan Viral Lempar Bangkai Ikan Koi ke Kantor BWS NTB

Ahmad Viqi - detikBali
Minggu, 26 Jun 2022 13:02 WIB
Seorang perempuan viral lantaran melempari Kantor Balai Wilayah Sungai (BWS) I NTB di Kota Mataram dengan tiga ekor bangkai ikan koi, Jumat (24/6/2022).
Seorang perempuan viral lantaran melempari Kantor Balai Wilayah Sungai (BWS) I NTB di Kota Mataram dengan tiga ekor bangkai ikan koi, Jumat (24/6/2022). (Foto: tangkapan layar)
Lombok Barat -

Seorang perempuan melempari Kantor Balai Wilayah Sungai (BWS) I Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di Kota Mataram dengan tiga ekor bangkai ikan koi, Jumat (24/6/2022) kemarin. Sontak, aksi tersebut viral di media sosial, terutama TikTok.

Dia adalah Ni Kadek Sri Dewi Danayanti, pemilik usaha budidaya ikan koi asal Desa Mambalan, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat. Dewi mengaku sengaja melempari kantor BWS I NTB lantaran merugi setelah kolam koi miliknya diterjang air bah saat Sungai Meninting meluap, Jumat sore (17/6/2022).

"Ada 7 kolam besar koi-koi yang siap panen dan akan dikirim ke luar daerah hanyut terseret air bah. Bahkan ya, bukan saya saja yang kena. Ada dua lagi usaha koi milik warga yang kena," kata Dewi via WhatsApp, Minggu (26/6/2022).


Akibat air bah tersebut, usaha ikan koi Dewi mengalami total kerugian capai Rp 2 miliar. Pasalnya, selain merendam 7 kolam besar lokasi budidaya ikan koi, 8 ekor ikan koi harga puluhan juta rupiah juga mati mendadak karena luapan air bah.

Ia menyebut, kematian puluhan ekor koi siap kirim ke luar negeri itu akibat dicemari oleh lumpur Sungai Meninting yang meluap. Lumpur masuk ke 7 kolam besar penangkaran koi dan 14 kolam kecil miliknya itu tercemar air bah. Selain terendam air bah dari aliran Sungai Meninting, tembok-tembok penangkaran ikan koi itu beberapa di antaranya rusak.

"Sungai meninting ini kan meluap karena proyek bendungan yang dikerjakan oleh dua PT. Ini jelas tanggungjawab BWS NTB. Jangan kira ini bukan kesalahan mereka," kata Dewi.

"Retak-retak. Ada yang jebol bawahnya," lugas Dewi.

Dari 1 hektar lokasi penangkaran budidaya ikan koi miliknya, semuanya terendam. Ratusan ekor jumlah ikan koi siap panen dengan ukuran beragam senilai Rp 1 juta hingga Rp 4 juta hanyut.

"Banyak yang ukuran kecil sekitar 25 cm-30 cm anakannya hanyut. Beberapa induknya juga mati," kata Dewi.

Beberapa ikan koi yang mati lalu dikubur oleh Dewi. Beberapa anakan koi sebenarnya ada yang selamat, namun telah tercemar air bah Sungai Meninting.

"Indukan yang mati ini saya simpan. Ya besok saya mau kasi hadiah kepala BWS NTB kalau ketemu dia," kata Dewi.

Sebelumnya, Ketua Tim Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Bendungan Meninting, Asgar, mengatakan banjir yang terjadi di lokasi Bendungan Meninting memang berdampak pada proses pembangunan Bendungan Meninting. Menurut Asgar tanggul Bendungan Meninting tidak jebol. Hanya saja mengalami luapan air yang tidak mampu ditampung dari aliran pengalihan air dari terowongan.

Akibatnya, vibro roller 1 unit, buldozer, dan excavator masing-masing satu unit yang terendam air bah yang datang dari hutan Meninting. Selain 3 alat berat yang terendam 4 unit total kendaraan pengangkut batu dan pasir juga ikut terendam di lokasi pembangunan tanggul Bendungan Meninting.



Simak Video "Atraksi Berbahaya di Pantai Senggigi, Lombok"
[Gambas:Video 20detik]
(iws/iws)