Gagalkan TPPO, Polda NTB Raih Penghargaan dari Dubes RI di Turki

Faruk Nickyrawi - detikBali
Selasa, 17 Mei 2022 22:34 WIB
Kapolda NTB bersama jajaran usai menerima penghargaan dari Dubes RI di Turki atas prestasinya menggagalkan TPPO
Kapolda NTB bersama jajaran usai menerima penghargaan dari Dubes RI di Turki atas prestasinya menggagalkan TPPO. (Foto : IST)
Mataram -

Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia di Turki memberikan reward (penghargaan) kepada Kepolisian daerah (Polda) NTB atas prestasinya menggagalkan dan mengungkap tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Dubes RI-Turki Lalu Muhammad Iqbal kepada Kapolda NTB, Irjen Djoko Poerwanto, Direktur Reskrimum Polda Bali, Kombes Hari Brata, Kasubdit IV Dit Reskrimum AKBP Ni Made Pujewati pada Senin (16/5).

Penghargaan juga diberikan kepada tiga orang penyidik pembantu Dit Reskrimum Polda NTB yakni, Iptu Endro Yudi Sasmoko, Ipda Baiq Dewi Yusnaini dan
Aipda I Putu Gede Subagiartama.


"Dalam kurun waktu 2018-2022 Dit Reskrimum Polda NTB telah menangani sebanyak 7 perkara TPPO dengan 11 korban dan menetapkan 9 tersangka," kata Dubes RI-Turki, Lalu Muhammad Iqbal, dalam keterangan Selasa (17/5/2022).

Dikatakannya, dari 2018-2022 Polda NTB telah mengirimkan tim ke Turki sebanyak tiga kali dalam rangka identifikasi korban, mengumpulkan bukti-bukti dan memulangkan korban ke NTB.

"Atas hal tersebut, Duta Besar Republik Indonesia di Ankara memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Polda NTB atas kerjasama, dukungan dan prestasi luar biasa serta terkoordinasi dalam hal penegakan hukum bagi pelaku TPPO yang melibatkan warga Provinsi NTB di Turki," tuturnya.

Sementara itu, Ditreskrimum Polda NTB, Kombes Hari Brata mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Dubes RI-Turki yang telah mengapresiasi kinerja Polda NTB.

Hari Brata juga berharap, berkaca kasus yang telah terjadi untuk masyarakat NTB yang ingin mencari pekerjaan ke luar Negeri agar melalui penyalur tenaga kerja resmi dari pemerintah.

"Kami berharap kepada masyarakat NTB untuk mencari pekerjaan keluar negeri melalui penyalur tenaga kerja yang resmi dari pemerintah yang di bawah BP2MI," ucapnya.

Hari Brata juga mengingatkan calon TKI atau TKW untuk berhati-hati dan waspada terhadap rayuan dari pada penyalur TKI Ilegal.

"Waspada dan hati-hati bujuk rayu para pencari PMI illegal, dengan janji yang besar ke Timur Tengah dan negara apapun tanpa badan resmi pemerintah," tukasnya.



Simak Video "Pekerja Migran Asal Sukabumi Minum Air Keran di Arab Saudi"
[Gambas:Video 20detik]
(dpra/dpra)