Chinese Food Halal di Tepi Pantai Sanur, Favorit Turis Jerman

Chinese Food Halal di Tepi Pantai Sanur, Favorit Turis Jerman

I Wayan Sui Suadnyana - detikBali
Senin, 30 Jan 2023 03:57 WIB
Warung Samsul yang menjual menu chinese food halal di tepi Pantai Sanur, Kota Denpasar. (I Wayan Sui Suadnyana/detikBali)
Warung Samsul yang menjual menu chinese food halal di tepi Pantai Sanur, Kota Denpasar. (I Wayan Sui Suadnyana/detikBali)
Denpasar -

Jika berkunjung ke Pantai Sanur tak ada salahnya mencoba chinese food di Warung Samsul. Lokasinya berada di tepi Pantai Sanur, Denpasar, Bali. Wisatawan yang muslim juga tak perlu takut mencoba chinese food ini karena dipastikan halal.

Meski bangunannya sederhana, Warung Samsul memiliki menu yang beragam. Setidaknya ada sebanyak 28 menu yang ditawarkan kepada pembeli. Berbagai menu itu mulai dari nasi goreng, mie goreng, bihun goreng, kwetiau goreng, dan ifumie.

Kemudian ada sup jagung, sup asparagus, cap cay, cah kangkung, cah sayur ijo, cah brokoli, cah pocay, ayam goreng mentega, ayam goreng telur asin, ayam goreng asam manis, ayam goreng sambal pedas, dan ayam bakar.

Ada pula masakan ikan seperti ikan goreng mentega, ikan stem kecap, ikan stem mentega, sup ikan, ikan goreng telur asin, ikan goreng asam manis serta ikan goreng saus pedas.

Tak ketinggalan berbagai varian masakan cumi, mulai dari cumi goreng tepung, cumi goreng mentega, cumi goreng telur asin, cumi goreng asam manis hingga cumi goreng saos pedas.

"Biasanya kalau yang paling mahal cumi sama ikan. Kalau nasi goreng standar lah Rp 15 ribu. Kalau cap cay Rp 25 ribu. Kecuali brokoli, brokoli kan memang mahal, di pasaran juga agak susah," kata Sri Ekawati, pemilik Warung Samsul saat ditemui detikBali di lokasi, Minggu (29/1/2023).

Perempuan berusia 49 tahun itu mengatakan 28 menu tersebut sudah disiapkan sejak awal warung didirikan. Namun baginya, jumlah tersebut belum seberapa. Sebab, ia juga bersedia melayani menu lain jika ada pesanan khusus.

Warung Samsul yang menjual menu chinese food halal di tepi Pantai Sanur, Kota Denpasar. (I Wayan Sui Suadnyana/detikBali)Warung Samsul yang menjual menu chinese food halal di tepi Pantai Sanur, Kota Denpasar. Foto: I Wayan Sui Suadnyana/detikBali

Biasanya yang memesan masakan di luar menu tertera adalah mereka yang datang membawa ikan sendiri. "Misalkan kamu bawa ikan, Bu aku mau ikan saus padang, aku buatin walaupun di sini nggak ada gambar menunya, dibuatin. Kalau mau menu ikan bumbu Bali tak buatin," jelasnya.

Tak cuma masyarakat lokal yang berbelanja di Warung Samsul. Menurut Sri, mereka biasanya juga melayani wisatawan asing dari Jepang, Australia dan Jerman.

"Paling sering ya Jerman, makan di sini kadang bungkus. Sekali bungkus itu enggak kira-kira sampai 28 bungkus. Itu ayam tok," tuturnya.

Menurut Sri, wisatawan Jerman doyan dengan masakan ayam seperti ayam asam manis dan ayam mentega. Sementara wisman asal Jepang paling suka ikan asam manis. "Kalau Jepang enggak suka ayam, ikan semua dia. Kalau Jerman baru ayam," paparnya.

Sementara itu, orang lokal lebih memilih masakan kwetiau, mie goreng, nasi goreng, dan capcay. Belakangan, masakan ayam telur asin juga digandrungi masyarakat lokal.

"Ayam telur asin itu kadang satu hari itu ada lima kali orang makan telor asin. Padahal kolesterol tinggi ayam telur asin itu. Kalau tadi sih kebanyakan cumi goreng tepung sama cumi saus pedas," ujarnya.

Sejak 2012

Sri menuturkan, warung makan di tepi pantai tersebut dia dirikan sejak 2012. Pilihan mendirikan warung dengan masakan chinese food tidak lepas dari pengalaman suaminya, Sahril Effendi alias Samsul (60) yang puluhan tahun menjadi chef. "Suami saya kan memang chef chinese food," kenangnya.

Perempuan asal Sunda, Jawa Barat (Jabar) itu menikah dengan Samsul yang merupakan keturunan Tionghoa asal Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Mereka tinggal di Bali sejak 1992.

Awalnya ia di Bali berjualan kue basah dengan menerima orderan dari acara otonan maupun pernikahan. Ia memutuskan berhenti berjualan kue karena merasa lelah.

"Karena enggak sanggup, karena enggak ada tenaga aku berhenti, enggak sanggup lagi, udah terlalu capek. Sudahlah stop, aku enggak sanggup. Apalagi kalau pesanannya pagi kan harus begadang. Akhirnya cari warung kecil-kecilan," kata dia.

Untuk diketahui, lokasi Warung Samsul berada di area usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) antara Pantai Bangsal dan Pantai Matahari Terbit. Area UMKM ini dikelola oleh Baga Utsaha Padruen Desa Adat (BUPDA) Desa Adat Sanur.

Bila berkunjung ke sana, pengunjung bisa berjalan kaki dari arah selatan ke utara dari Pantai Bangsal. Sebaliknya, pengunjung perlu berjalan ke dari utara ke arah selatan bila dari Pantai Matahari Terbit.



Simak Video "Menjajal Menu Buatan Eks Chef Restoran China Ternama"
[Gambas:Video 20detik]
(iws/hsa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT