Kisah Inspirasi Gung Kris, Gabungkan Hobi Gowes-Ngopi Jadi Usaha

Poetri - detikBali
Senin, 16 Mei 2022 00:10 WIB
Gung Kris dan Warung Kopi Baik Bali miliknya yang berlokasi di Jalan Gunung Batukaru, Denpasar Barat
Gung Kris dan Warung Kopi Baik Bali miliknya yang berlokasi di Jalan Gunung Batukaru, Denpasar Barat. (Foto : Poetri)
Denpasar -

Berawal dari hobi gowes dan ngopi menginspirasi Gung Kris_sapaan I Gusti Agung Oka Krisna untuk memadukan keduanya menjadi sebuah usaha.

Dari dua kegemarannya itu, munculah ide jualan kopi dengan cara berbeda dari penjual kopi lainnya.

Kopi Baik Bali adalah nama yang dipilih Gung Kris untuk merealisasikan dua hobinya itu. Dia berjualan kopi di atas sepeda gayung.


Berlokasi di Jalan Gunung Batukaru, Denpasar Barat, tempat ngopi milik Gung Kris ini cukup nyentrik dan unik.

Tempat ngopi ini tidak ada meja, kursi, atap maupun dinding. Para pembelinya cukup duduk di pinggir trotoar.

Karena tempat ngopi ini dikonsep dalam bentuk sepeda gayung, jadi, tak perlu heran jika tempat ngopi ini bisa berpindah

"Hobi naik sepeda dan basically senang kopi. Makanya alat-alatnya banyak ada di rumah seperti grinder dan dripper-nya. Tahun 2016 saya pertama kali punya alat-alatnya. Jadinya, bisa dibilang ini petualangan rasa," sebut Gung Kris.

Selain karena hobi, Ia mengaku pembuatan usaha ini juga terdorong dari dirinya yang terpaksa dirumahkan oleh pihak hotel tempatnya bekerja.

Kemudian di November 2020, Ia pun memberanikan diri memulai usaha ini bermodalkan sepeda, alat-alat pembuat kopi serta ilmu meracik kopi yang dipelajarinya secara otodidak.

"Konsep saya untuk biji kopi adalah ditanam di Bali, diseduh di Bali. Jadi di sini pakai bean Bali semua. Arabika pakai biji kopi Kintamani dan Wanagiri. Robusta pakai Pupuan dan Kintamani," katanya ketika ditemui detikBali pada Minggu (15/5/2022).

Bahkan tak hanya itu, kata Gung Kris dalam pembuatan kopinya pun semua serba manual brew.

Adapun menu kopi yang ditawarkan, meski hanya tempat ngopi di pinggir trotoar, namun menu kopi yang ia tawaran tak kalah dengan racikan barista di coffee shop.

Mulai V60, Turkish, Vietnam Drip, hingga Japanese Ice dengan kisaran harga pastinya menyesuaikan tempat, yakni Rp 10 ribu-Rp 15 ribu.

"Respon peminat kopi lumayan bagus. Belum lagi yang lewat area sini. Banyak yang heran waktu lihat jualan kopi pakai sepeda. Ada juga waktu saya lagi giling biji kopi kan aromanya harum nah yang duduk-duduk di sini banyak yang penasaran dan akhirnya beli sambil santai-santai di sini," tuturnya.

Pelanggannya pun tak hanya dari Kota Denpasar saja, namun ada yang dari Gianyar, Tabanan dan bahkan Tanggerang.

Menurutnya, positifnya respon pelanggan juga dipengaruhi oleh sosial media sehingga menjadikan Kopi Baik Bali banyak dicari karena keunikannya.

Kata Gung Kris, dari usahanya ini, ia rata-rata bisa menjual antara 15-20 cup perharinya.

Sementara jika sedang ramai, kata Gung Kris sebanyak 30 cup kopi laku terjual.

Kopi Baik Bali ini buka mulai dari pukul 09.00-16.00 WITA dan untuk lokasi jualannya pun tak pernah berpindah.



Simak Video "Nyantai di Coffee Shop Hits Depok yang Hadirkan Nuansa Asri"
[Gambas:Video 20detik]
(dpra/dpra)