Pengacara Ungkap CCTV Kasus Bharatu Valdo: Ada 4 Kali Tembakan-1 Teriakan

Yurgo Purab - detikBali
Sabtu, 24 Okt 2026 17:01 WIB
Foto: Pengacara Bharatu Valdo Fernandez, Petrus Balla Pattyona (Baju Putih). (Dok. Balla Pattyona)
Flores Timur -

Rekaman kamera pengawas atau CCTV di Mako Polairud Baharkam, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), menjadi sorotan setelah Bharatu Valdo Fernandez Lewai, polisi asal Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), tewas ditembak juniornya, Bharada Andika Ramadhani, pada Jumat (16/10/2026).

Pengacara keluarga Valdo, Petrus Balla Pattyona, mengatakan rekaman CCTV memerdengarkan empat kali suara tembakan dan satu kali teriakan dari dalam ruang pemadam kebakaran (damkar), tempat korban biasa beristirahat.

"Kami sebagai kuasa hukum keluarga almarhum sangat menyayangkan hingga hari ke-8 belum mengumumkan penyebab atau motivasi kematian Valdo Fernandez," ujar Pattyona kepada detikBali, Sabtu (24/10/2026).

Menurut Pattyona, rangkaian peristiwa yang terekam CCTV menimbulkan dugaan bahwa kejadian tersebut telah direncanakan. Namun, ia meminta kepolisian mengungkap secara resmi penyebab dan motif kematian Valdo.

Kronologi Tewasnya Bharatu Valdo Versi Kuasa Hukum

Pattyona memaparkan, berdasarkan rekaman CCTV, Andika Ramadhani atau AR terlihat berangkat dari kamar kosnya menuju Mako Polairud Pondok Cabe sekitar pukul 04.00 WIB pada Jumat (16/10/2026).

Pattyona juga menyebut Andika tinggal bersama pacarnya. Menurut Pattyona, pacar Andika disebut mengetahui bahwa yang bersangkutan membawa sangkur saat berangkat.

Pada pukul 04.08 WIB, Andika disebut memasuki area Polairud melalui akses pintu belakang dan memarkir sepeda motornya. Selanjutnya, sekitar pukul 04.31 WIB, Andika terlihat memasuki ruangan tempatnya bekerja.

"Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku terlihat membawa sangkur. Pada pukul 04.34 WIB, terduga memasuki ruang penyimpanan senjata. Pada detik ke-57, terduga pelaku terlihat keluar membawa senjata laras panjang SS2 dan sangkur," imbuhnya.

Setelah mengambil senjata, Andika disebut berlari menuju ruang damkar dengan melewati sejumlah pesawat alat utama sistem persenjataan (alutsista). Ruangan tersebut, menurut Pattyona, merupakan tempat Valdo biasa tidur atau beristirahat.

"Pada pukul 04.42.37 detik terdengar suara tembakan. 8 detik kemudian terdengar suara tembakan kedua, 2 detik kemudian terdengar suara tembakan ketiga, dan dua detik kemudian yaitu 04.42.49 detik terdengar suara tembakan keempat. Pada pukul 04.42.55 detik terdengar teriakan dalam damkar. Pada pukul 04.45.15 detik, terduga pelaku AR memasuki ruang Provos," terangnya.

Pengacara asal Lembata, NTT, itu juga menyebut Andika disebut selalu membawa sangkur setiap kali berangkat dari tempat kosnya.

Simak Video "InJourney Transformasi Mandalika, Ajang Balap Internasional Jadi Katalis Pertumbuhan Ekonomi dan Nasional Branding"


(nor/nor)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork